Ragam . 18/09/2026, 17:28 WIB

Mentan Amran Bongkar Kecurangan Beras Fortifikasi, Pengguna Media Sosial Ramai Beri Dukungan

Penulis : FIN
Editor : FIN

fin.co.id - Langkah pemerintah mengungkap dugaan ketidaksesuaian dalam peredaran beras fortifikasi mendapat perhatian luas dari netizen. Sejumlah pengguna media sosial mengaku terkejut setelah mengetahui adanya merek yang mereka konsumsi masuk dalam daftar produk yang tengah menjadi perhatian pemerintah.

Percakapan di media sosial juga menunjukkan persoalan beras tidak hanya dilihat dari aspek harga, tetapi menyangkut kesesuaian kualitas, informasi pada label, dan kepercayaan konsumen.

Salah satu pengguna X, @ahaynina, mengaku kecewa setelah mengetahui merek beras yang pernah menjadi pilihannya ikut disebut dalam pemberitaan mengenai dugaan ketidaksesuaian tersebut. Ia menceritakan pengalamannya menggunakan sejumlah merek beras dan mempertanyakan kualitas beras yang menurutnya belakangan lebih cepat basi.

“Dulu beras pake merk TOPI KOKI dari enak bgt trus ko jadi gampang basi? eh ternyata dioplos,” tulisnya.

Ia kemudian bercerita pernah beralih ke merek lain karena merasa kualitas nasinya enak. Namun, ia kembali terkejut setelah merek tersebut disebut dalam pernyataan pemerintah. “Maksud gua yg waras ke SUMO harga lu udah mahal untuk beras 5kg dan ternyata masih curang juga,” tulisnya.

Kekecewaan serupa disampaikan @mariazwrrr. Ia mengaku terkejut mengetahui sejumlah merek yang dikenalnya disebut dalam kasus dugaan kecurangan. “kagett banget ada 25 merk beras yang diduga penipuan.. ada SUMO WOYYYYY GILAAA BGT,” tulisnya.

Dalam unggahan lainnya, akun tersebut menilai persoalan utamanya adalah adanya dugaan overclaim atau klaim yang tidak sesuai dengan kondisi produk. “Intinya merk tsb pada overclaim,” tulisnya.

Perdebatan di media sosial juga menyentuh anggapan bahwa persoalan tersebut tidak terlalu penting selama produk yang dijual tetap berupa beras. Akun @didit4ditia memberikan pandangan singkat. “Mau gimana ceritanya tetep aja nipu,” tulisnya.

Hal senada disampaikan @ahdi1052. Menurut dia, apabila produsen ingin menjual produk dengan klaim tertentu, maka produk tersebut seharusnya dibuat sesuai ketentuan yang berlaku. “Kl dari POV saya nipu ya ttp aja nipu. Kl mau ya produsen tinggal bikin sesuai aturan yg ada kan,” tulisnya.

Ia juga mengingatkan bahwa persoalan harga harus diperhatikan apabila terjadi perubahan harga eceran tertinggi (HET). “Menaikkan HET akan beresiko beras premium yg ada dipasaran akan lbh ga terjangkau lagi,” ujarnya.

Di tengah perdebatan tersebut, sejumlah netizen justru saling berbagi pengalaman mengenai beras yang mereka konsumsi. Akun @aicavereign mengatakan dirinya biasa membeli beras kiloan di pasar. “Aku beli beras dipasar kak belinya kiloan Alhamdulillah aman,” tulisnya.

Sementara @delabcd_ merekomendasikan beras merek Petruk yang menurut pengalaman pribadinya memiliki tekstur pulen dan aroma yang disukai. “Kak pake beras petruk aja kak enak wangi dan pulen aku biasa beli di agen beras dia ada yg ukuran 5kg juga,” tulisnya.

Ada pula netizen yang menawarkan beras produksi langsung dari sawah. Akun @paldihikmah menulis, “daerah bandung atau Tasik mangga bisa beli di saya, langsung dari sawah.” Pengalaman berbeda disampaikan @cindysanlia. Ia mengaku pernah membeli beras merek Indomaret karena sedang membutuhkan beras secara cepat. Menurut pengalamannya, beras tersebut terlihat bersih dan setelah dimasak terasa pulen. “Pas dimasak ternyata pulen dan enak,” tulisnya.

Selain persoalan dugaan ketidaksesuaian klaim, kualitas beras juga menjadi perhatian konsumen. Akun @dinafera mengaku kesulitan mendapatkan beras dengan kualitas yang sesuai harapan. “Capek bgt masalah beras ini jujuurrr nyari dimana mana susah bgt, sekalinya dapat pasti kualitas jelek. Cepet bgt basiiii,” tulisnya.

Ragam komentar tersebut memperlihatkan bahwa isu beras memiliki dimensi yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Konsumen tidak hanya membutuhkan beras yang tersedia di pasar, tetapi juga informasi yang dapat dipercaya mengenai produk yang mereka beli.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id