Entertainment

Serukan Free Palestine, Raper Macklemore Dicoret dari Tur Ed Sheeran, Musisi Lain Ikut Angkat Kaki

Kontroversi bermula setelah Macklemore menyuarakan dukungannya terhadap Palestina ketika tampil di Stadion MetLife, New Jersey, pada 5 September 2026.

Serukan Free Palestine, Raper Macklemore Dicoret dari Tur Ed Sheeran, Musisi Lain Ikut Angkat Kaki
Macklemore (instagram)

Penyanyi asal Inggris itu menyatakan dirinya tidak ingin mengecewakan para penggemar yang telah membuat rencana untuk menyaksikan konser, sekaligus tidak ingin meninggalkan kru dan musisi pendamping yang menggantungkan pekerjaan mereka pada rangkaian tur tersebut.

"Saya tidak akan pernah mengecewakan penggemar yang telah membuat rencana, maupun meninggalkan kru konser dan musisi pendamping lainnya yang bergantung pada saya untuk bekerja dan mencari nafkah," lanjutnya.

Sheeran juga menegaskan bahwa dirinya tidak ingin mengambil posisi dalam konflik Israel-Palestina.

"Saya memilih menggunakan ketenaran dan platform saya sebagai tempat yang aman dan perlindungan, untuk menjaga diplomasi dan mempertahankan percakapan agar tetap terbuka, bukan tertutup," ujarnya.

Pernyataan tersebut disampaikan sehari setelah Macklemore mengatakan dirinya dikeluarkan dari tur karena aksi solidaritasnya terhadap Palestina.

Sejumlah Musisi Ikut Mundur

Kontroversi itu kemudian berlanjut dengan keputusan sejumlah musisi untuk meninggalkan Loop Tour. Musisi asal Irlandia Aaron Rowe dan grup musik tradisional Beoga mengumumkan pengunduran diri mereka dari rangkaian konser.

Langkah serupa juga dilakukan Lukas Graham dari Denmark serta Finneas, penyanyi asal Amerika Serikat yang juga merupakan saudara Billie Eilish.

Aaron Rowe menyinggung kedekatannya dengan Ed Sheeran dan mengucapkan terima kasih karena sang penyanyi disebut telah "mengubah hidupnya".

Namun, ia juga membawa perspektif sejarah Irlandia dalam keputusannya tersebut.

"Namun, sebagai orang Irlandia, kami sangat memahami genosida, kelaparan yang dipaksakan, dan pendudukan dengan kekerasan," tulisnya di Instagram.

Beoga turut menyampaikan alasan yang berkaitan dengan latar belakang mereka sebagai musisi asal Irlandia.

"Kami adalah orang Irlandia yang memahami kolonialisme. Kami adalah band tradisional Irlandia yang tidak pernah membayangkan akan tampil di stadion sebesar itu dan kami tidak mengabaikan besarnya kesempatan tersebut," lanjut mereka.

Sementara itu, Lukas Graham menyebut keputusan meninggalkan tur sebagai langkah yang tidak mudah. Dalam pernyataannya, ia menyinggung persoalan pengaruh uang dan kekayaan terhadap ruang untuk menyampaikan pendapat.

"Uang tidak memberi seseorang hak untuk menguasai percakapan. Kekayaan seseorang tidak seharusnya menentukan siapa yang boleh berbicara atau penderitaan mana yang boleh kita akui," katanya. 

Berita Terkait