Ragam

Asuransi Jasindo Perkuat Perlindungan Risiko Sektor Produktif di Kalimantan Balikpapan, September 2026

Asuransi Jasindo memperkuat layanan pengelolaan risiko di Kalimantan dengan pertumbuhan premi RO Balikpapan 18,94% dan Sampit 63,06%.

Asuransi Jasindo Perkuat Perlindungan Risiko Sektor Produktif di Kalimantan Balikpapan, September 2026
Asuransi Jasindo memperkuat layanan pengelolaan risiko di Kalimantan dengan pertumbuhan premi RO Balikpapan 18,94% dan Sampit 63,06%.

fin.co.id - PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) atau dikenal dengan Asuransi Jasindo terus memperkuat kehadirannya dalam mendukung pengelolaan risiko sektor produktif di Kalimantan. Melalui Representative Office (RO) Balikpapan dan Sampit, Asuransi Jasindo berupaya menghadirkan layanan perlindungan yang semakin dekat dengan kebutuhan dunia usaha di Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah.

Kedua wilayah memiliki karakteristik ekonomi yang beragam, mulai dari industri, energi, perkebunan, perdagangan, hingga logistik. Aktivitas tersebut menghadirkan eksposur risiko yang beragam sehingga membutuhkan pendekatan perlindungan yang sesuai dengan karakteristik masing-masing sektor dan kegiatan usaha.

RO Manager Jasindo Balikpapan, Indra Prathista, mengatakan karakteristik kegiatan usaha di Kalimantan Timur membutuhkan pendekatan pengelolaan risiko yang sesuai dengan kondisi masing-masing sektor.

“Perkembangan aktivitas industri dan sektor produktif di Kalimantan Timur menghadirkan kebutuhan perlindungan yang semakin beragam. Kami ingin hadir lebih dekat dengan pelaku usaha untuk memahami karakteristik risiko yang mereka hadapi sekaligus memberikan solusi perlindungan yang sesuai dengan kebutuhan bisnisnya,” ujar Indra.

Penguatan kehadiran regional tersebut turut tercermin dari perkembangan bisnis di kedua wilayah. Hingga Agustus 2026, RO Balikpapan mencatat pertumbuhan premi sebesar 18,94% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, RO Sampit mencatat pertumbuhan premi sebesar 63,06% secara tahunan.

RO Manager Jasindo Sampit, Andreanos Nainggolan, mengatakan bahwa kedekatan dengan nasabah menjadi bagian penting dalam memahami kebutuhan perlindungan berbagai sektor produktif di wilayahnya.

“Bagi kami, yang terpenting bukan hanya meningkatkan bisnis, tetapi memastikan pelaku usaha mendapatkan perlindungan yang sesuai dengan karakteristik risiko usahanya. Karena itu, kami terus memperkuat hubungan dengan nasabah dan berupaya memahami kebutuhan mereka secara langsung,” ujar Andreanos.

Pengelolaan risiko, lanjut Andreanos, perlu menjadi bagian dari perencanaan usaha agar pelaku bisnis memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi berbagai ketidakpastian.

“Kami ingin semakin banyak pelaku usaha memahami bahwa asuransi bukan hanya dibutuhkan ketika risiko terjadi, tetapi merupakan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan usaha sejak awal,” tambahnya.

Menanggapi pertumbuhan bisnis di kedua wilayah tersebut, Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo, Brellian Gema Widayana, mengatakan bahwa perkembangan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk semakin memahami karakteristik risiko dan kebutuhan perlindungan di masing-masing wilayah.

“Kami melihat pertumbuhan bisnis Asuransi Jasindo di Kalimantan bukan semata-mata sebagai pencapaian angka, tetapi juga sebagai momentum untuk semakin memperkuat peran Asuransi Jasindo dalam mendukung keberlanjutan aktivitas ekonomi di daerah. Setiap wilayah memiliki karakteristik risiko yang berbeda, sehingga kami ingin hadir sebagai mitra yang memahami kebutuhan perlindungan dan pengelolaan risiko secara lebih dekat,” ujar Brellian.

Brellian menambahkan, penguatan jaringan dan peran RO menjadi bagian dari langkah Asuransi Jasindo dalam memperluas jangkauan layanan sekaligus memperkuat hubungan dengan pelaku usaha dan pemangku kepentingan di daerah.

Pengembangan bisnis juga diarahkan agar berjalan sejalan dengan karakteristik dan dinamika ekonomi di masing-masing wilayah.

“Setiap daerah memiliki karakteristik ekonomi dan profil risiko yang berbeda. Karena itu, kami terus memperkuat peran jaringan di daerah dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, kualitas portofolio, dan disiplin underwriting. Kami ingin pertumbuhan bisnis dapat berjalan secara sehat sekaligus memberikan nilai yang berkelanjutan bagi nasabah dan perusahaan,” kata Brellian.

Ke depan, Asuransi Jasindo akan terus meningkatkan kualitas layanan dan membangun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan di daerah. Selain itu, Asuransi Jasindo terus memperkuat penerapan risk management partnership sebagai pendekatan dalam memberikan perlindungan yang sejalan dengan profil dan kebutuhan risiko nasabah, sekaligus mendorong upaya mitigasi risiko untuk mendukung keberlanjutan usaha.

Berita Terkait