Sam Altman Akui Dunia Wajar Takut AI, tetapi Minta Publik Percaya kepada Perusahaan Teknologi
Sam Altman mengakui bahwa dunia memiliki alasan untuk merasa takut terhadap kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Namun, Chief Executive Officer
Pandangan Altman tidak sepenuhnya sama dengan beberapa pemimpin teknologi lain. CEO Nvidia Jensen Huang menilai industri tidak memerlukan undang-undang atau regulasi baru, karena perusahaan dapat menentukan sendiri langkah yang dibutuhkan untuk mengendalikan risiko.
Sementara itu, CEO Anthropic Dario Amodei mendorong industri AI untuk membangun standar keselamatan dan investasi. CEO Meta Mark Zuckerberg juga berpendapat bahwa setiap laboratorium AI memiliki tanggung jawab sekaligus insentif alami untuk melatih model secara aman, sebab pengguna tidak akan ingin memakai agen AI yang bertindak tidak selaras dengan kebutuhan mereka.
Di sisi lain, desakan agar pemerintah turun tangan semakin kuat. Senator Amerika Serikat Bernie Sanders memperingatkan bahwa perkembangan AI yang sangat cepat dapat mengancam lapangan kerja dan privasi masyarakat. Ia menyerukan kerja sama antara pemerintah Amerika Serikat dan China dalam menyusun regulasi AI.
Kekhawatiran serupa juga datang dari Inggris. Pemerintah Inggris menilai AI dapat membawa risiko besar terhadap keamanan nasional dan kehidupan sosial apabila pengembangannya dibiarkan tanpa perlindungan yang memadai.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengambil posisi berbeda. Ia menolak seruan untuk memperlambat pengembangan AI dan menyebut kekhawatiran mengenai keselamatan AI sebagai hoaks. Trump menilai perlambatan hanya akan menguntungkan China dalam persaingan teknologi global.
Manfaat Besar Tidak Menghapus Tanggung Jawab
Altman berharap pada 2030 masyarakat dapat merasakan manfaat nyata AI dalam kehidupan sehari-hari, termasuk untuk membantu orang menjalankan usaha dan membangun perusahaan baru. Ia juga memprediksi cara manusia bekerja dan menggunakan komputer akan berubah besar dalam waktu dekat, seiring AI bergerak melampaui fungsi chatbot.
Namun, janji manfaat tersebut tidak menghapus kebutuhan akan pengawasan. Teknologi AI dapat membantu riset ilmiah, otomatisasi pekerjaan, layanan kesehatan, pendidikan, dan produktivitas. Pada saat yang sama, AI juga dapat menimbulkan risiko penyalahgunaan, pelanggaran privasi, kesalahan keputusan otomatis, hingga konsentrasi kekuasaan di tangan sejumlah kecil perusahaan.
Penutup
Pengakuan Sam Altman bahwa dunia wajar takut terhadap AI menunjukkan bahwa risiko teknologi ini semakin sulit diabaikan. Kemampuan AI berkembang pesat dan konsekuensinya tidak lagi hanya dibahas dalam teori atau cerita fiksi ilmiah.
Kepercayaan publik kepada perusahaan teknologi harus dibangun melalui tindakan yang dapat diuji, seperti pelaporan insiden secara transparan, pengujian keamanan oleh pihak independen, standar keselamatan yang jelas, serta regulasi yang mampu mengikuti perkembangan teknologi. Ilmu pengetahuan modern dapat membantu manusia memahami dan memanfaatkan AI, tetapi tata kelola yang kuat tetap dibutuhkan agar kemajuan teknologi benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat luas.
Referensi:
Baca Juga
BBC News, OpenAI CEO Sam Altman says ‘right to be afraid of AI’ - but ‘world should trust’ tech firms - follow live