Ragam

Mahasiswa ITPLN Raih Juara 3 MINERVA 2026 Lewat Konsep Future Mining

Mahasiswa ITPLN Kenalkan Konsep Urban Mining, Jadikan Perkotaan Lahan Tambang Baru Mineral

Mahasiswa ITPLN Raih Juara 3 MINERVA 2026 Lewat Konsep Future Mining
Mahasiswa ITPLN Kenalkan Konsep Urban Mining, Jadikan Perkotaan Lahan Tambang Baru Mineral

Kompetisi MINERVA 2026 memiliki sejumlah tahapan. Peserta terlebih dahulu mengirimkan esai ilmiah lengkap beserta persyaratan administrasi. Panitia kemudian memilih lima besar finalis untuk melanjutkan kompetisi.

Finalis terpilih diwajibkan menyusun poster dan menyiapkan materi presentasi. Poster diunggah melalui akun Instagram @minervahimata.unej untuk dinilai, sedangkan presentasi menjadi tahapan final. Seluruh rangkaian kompetisi dilaksanakan secara daring.

Septia mengatakan pengalaman mengikuti kompetisi tersebut memberikan ruang baginya untuk mengembangkan gagasan lintas disiplin. Latar belakang Teknik Sistem Energi justru membantunya melihat persoalan pertambangan dari sudut pandang kebutuhan material dalam transisi energi.

Dalam konteks Indonesia, Septia melihat konsep PRISMA memiliki peluang untuk dikembangkan. Indonesia memiliki kekayaan mineral primer sekaligus potensi mineral sekunder yang berasal dari limbah elektronik yang terus bertambah.

Implementasinya, kata dia, dapat dilakukan secara bertahap melalui kolaborasi antara perusahaan pertambangan, industri pengolahan mineral, industri daur ulang, pemerintah, dan masyarakat.

Perusahaan pertambangan tidak harus langsung mengubah seluruh model bisnis. Salah satu langkah awal yang dapat dilakukan adalah mengintegrasikan pengolahan mineral sekunder ke dalam rantai pasok material yang telah berjalan.

Dengan pendekatan tersebut, industri pertambangan Indonesia tetap dapat memainkan peran dalam memenuhi kebutuhan material transisi energi, sembari bergerak menuju sistem pertambangan yang lebih sirkular dan berkelanjutan.

Rintan Nimas Mutiara, yang turut mendampingi proses pengembangan gagasan dan kompetisi, mengatakan capaian tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam mengembangkan gagasan inovasi mahasiswa.

Menurut Rintan, keberhasilan meraih Juara 3 MINERVA 2026 bukan hanya tentang hasil akhir kompetisi, tetapi juga proses mengolah persoalan energi dan pertambangan menjadi gagasan yang memiliki relevansi terhadap kebutuhan masa depan. Gagasan tersebut juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) ke-7, yakni Affordable and Clean Energy atau Energi Bersih dan Terjangkau dalam mendukung percepatan transisi menuju sistem energi yang berkelanjutan.

Prestasi Septia dan Rintan di MINERVA 2026 sekaligus memperlihatkan bahwa gagasan mengenai transisi energi dapat dikembangkan dari berbagai disiplin keilmuan. Di tangan mahasiswa, pertambangan tidak lagi sekadar soal apa yang diambil dari bumi, tetapi juga bagaimana material dapat dikelola sepanjang siklus hidupnya agar lebih berkelanjutan.

Berita Terkait