Internasional

Jepang Makin Menua, 107 Ribu Penduduknya Telah Berusia di Atas 100 Tahun

Jepang mencatat tonggak demografi baru setelah jumlah penduduk yang berusia 100 tahun atau lebih menembus 107.677 orang. Angka itu menjadi yang tertinggi

Jepang Makin Menua, 107 Ribu Penduduknya Telah Berusia di Atas 100 Tahun
Lansia Jepang, Ilustrasi: DALL·E 3

Pemerintah Jepang menyebut penurunan kelahiran sebagai persoalan serius. Berbagai program subsidi dan kebijakan untuk mendorong keluarga muda memiliki anak belum mampu membalikkan tren secara signifikan. Biaya membesarkan anak, perubahan pola kerja, penurunan angka pernikahan, hingga makin banyak perempuan yang berkarier menjadi bagian dari persoalan yang saling berkaitan.

Tekanan bagi Jaminan Sosial dan Tenaga Kerja

Peningkatan jumlah lansia berarti semakin banyak warga yang membutuhkan pensiun, layanan kesehatan, dan perawatan jangka panjang. Pada saat bersamaan, jumlah pekerja usia produktif yang membayar pajak dan iuran sosial berpotensi terus berkurang.

Kondisi ini dapat menciptakan tekanan terhadap pembiayaan jaminan sosial. Jepang juga menghadapi kekurangan tenaga kerja di sejumlah sektor, termasuk perawatan lansia. Karena itu, perusahaan mulai mengembangkan produk dan teknologi yang dirancang untuk masyarakat berusia lanjut, mulai dari kacamata dengan fokus otomatis hingga eksoskeleton bertenaga yang membantu pergerakan tubuh.

Namun teknologi hanya dapat menjadi salah satu bagian dari solusi. Tantangan utamanya tetap berada pada bagaimana Jepang menjaga kualitas hidup lansia tanpa membebani generasi yang lebih muda secara berlebihan.

Data Usia Panjang Tetap Perlu Diawasi

Pencapaian Jepang juga perlu dibaca dengan kehati-hatian. Keakuratan data warga berusia sangat tua pernah dipertanyakan di beberapa negara karena catatan kelahiran yang tidak lengkap dan pembaruan data kematian yang terlambat.

Audit registrasi keluarga di Jepang pada 2010 pernah menemukan lebih dari 230 ribu nama orang berusia 100 tahun atau lebih yang tidak dapat dilacak. Sebagian diduga telah meninggal puluhan tahun sebelumnya. Temuan itu memperlihatkan pentingnya pemutakhiran administrasi kependudukan, terutama ketika data tersebut berkaitan dengan pembayaran pensiun dan layanan sosial.

Penutup

Rekor lebih dari 107 ribu penduduk berusia 100 tahun menunjukkan Jepang sebagai salah satu negara dengan usia harapan hidup tertinggi di dunia. Pola makan yang relatif seimbang, aktivitas fisik harian, dan kemajuan layanan kesehatan kemungkinan berkontribusi terhadap pencapaian tersebut.

Namun, bukti demografi modern juga menunjukkan bahwa umur panjang harus diimbangi dengan sistem sosial yang kuat. Jepang bukan hanya menghadapi pertanyaan tentang bagaimana warganya dapat hidup lebih lama, melainkan juga bagaimana memastikan masyarakat tetap sehat, produktif, dan terlindungi ketika jumlah penduduk terus menyusut.

Referensi:

BBC News, More than 100,000 people in Japan are now 100 years of age or older

Berita Terkait