Ragam

Hutama Karya Perkuat ESG, Roadmap TJSL 2027 Mulai Disiapkan

Hutama Karya memperkuat ESG dan menyiapkan roadmap serta RKA TJSL 2027 untuk mendorong pembangunan berkelanjutan.

Hutama Karya Perkuat ESG, Roadmap TJSL 2027 Mulai Disiapkan
Hutama Karya memperkuat ESG dan menyiapkan roadmap serta RKA TJSL 2027 untuk mendorong pembangunan berkelanjutan.

fin.co.id - PT Hutama Karya (Persero) atau Hutama Karya semakin serius memasukkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam proses bisnis perusahaan. Bukan sekadar jargon keberlanjutan, perusahaan kini mulai menyusun langkah yang lebih terukur melalui penguatan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Hutama Karya menggelar Workshop & Focus Group Discussion (FGD) TJSL pada Kamis–Jumat (10–11/9) di Habitare Rasuna, Jakarta. Agenda tersebut menjadi bagian penting dalam menyelaraskan perencanaan TJSL dengan pemetaan risiko operasional perusahaan sekaligus menyiapkan roadmap dan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) TJSL 2027.

Langkah ini menarik perhatian karena Hutama Karya tidak lagi menempatkan keberlanjutan sebagai program pendamping. Perusahaan mulai mendorong keberlanjutan masuk ke dalam proses bisnis dan strategi perusahaan.

Hal tersebut sejalan dengan visi baru Hutama Karya, yakni "Leading Sustainable Construction Enterprise and Infrastructure Developer". Visi tersebut menegaskan arah perusahaan untuk membangun bisnis konstruksi dan infrastruktur yang tidak hanya mengejar kualitas fisik proyek, tetapi juga memperhatikan dampak sosial dan lingkungan.

Hutama Karya Geser Strategi TJSL, Tak Lagi Sekadar Program Sosial

Pj. Executive Vice President (EVP) Human Capital Hutama Karya, Alfa Haga Rachmady, mengatakan perusahaan perlu mengintegrasikan nilai keberlanjutan ke dalam alur bisnis. Menurutnya, kebutuhan tersebut semakin penting ketika perusahaan menjalankan penugasan pembangunan infrastruktur nasional.

Alfa menilai masuknya unsur keberlanjutan ke dalam visi perusahaan turut mengubah pendekatan terhadap TJSL. Perusahaan kini mendorong program TJSL agar lebih terukur dan terintegrasi dengan strategi bisnis, bukan sekadar menjalankan kegiatan sosial yang bersifat karitatif.

"Pembangunan infrastruktur tidak hanya berfokus pada kualitas fisik konstruksi, melainkan harus memberikan dampak sosial positif dan menjaga kelestarian lingkungan secara terukur."

Melalui pendekatan tersebut, Hutama Karya ingin memastikan setiap program Creating Shared Value (CSV) mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus membantu perusahaan memitigasi risiko operasional.

Tak hanya itu, program tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan social license to operate, atau penerimaan sosial masyarakat terhadap keberadaan dan aktivitas perusahaan.

TJSL 2027 Mulai Disiapkan dengan Pendekatan ESG

Workshop dan FGD tersebut mengacu pada standar ISO 26000 serta kerangka kerja ESG. Peserta mendapatkan pembekalan mengenai sejumlah aspek penting, mulai dari metodologi penyusunan flagship program hingga pemetaan isu materialitas.

Selain itu, peserta juga mempelajari penyusunan laporan Grand Design TJSL yang akuntabel. Dengan metodologi yang lebih seragam, Hutama Karya ingin membangun pola kerja yang konsisten di seluruh segmen bisnis perusahaan.

Pendekatan ini menjadi penting karena program TJSL tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan kegiatan sosial dalam jangka pendek. Hutama Karya mendorong program yang mampu memberikan dampak lebih panjang, terutama melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat berdasarkan potensi lokal.

Di sisi lain, perusahaan juga memperkuat pengawasan terhadap dampak lingkungan di sekitar kawasan operasional proyek.

Berita Terkait