Catatan Dahlan Iskan . 11/09/2026, 05:37 WIB

Target Selawat

Penulis : Afdal Namakule
Editor : Afdal Namakule

Oleh: Dahlan Iskan

Saya tersenyum kecil ketika membaca berita mirip meningkatnya produksi pangan ini: "Peserta Gema Selawat Nabi Mencapai 115 Persen dari Target".

Rupanya membaca selawat pun ada targetnya.

Di peringatan Maulid Nabi Muhammad sekarang ini targetnya 1,8 juta orang. Ternyata tercapai 2,04 juta orang.

Rupanya Kementerian Agama kini punya program menggalakkan selawat. Nama pogramnya: Gerakan Nasional Gema Selawat Kebangsaan.

Gerakan tersebut diluncurkan Menteri Agama Prof Dr KH Nasaruddin Umar 26 Agustus lalu. Temanya: Berselawat untuk Negeri, Meneladani Sirah Nabi.

Selawat diharapkan sebagai upaya rohaniah untuk ikut mengatasi berbagai musibah di samping usaha ilmiah dan fisik.

Jenis selawat yang diandalkan Menag adalah Dalā’il al-Khayrāt. Dimulainya 31 Agustus 2026. Berakhir tanggal 7 September 2026 –tepat di peringatan Maulid Nabi Muhammad.

Selawat adalah doa, pujian, dan penghormatan untuk Nabi Muhammad. Selawat biasa dilantunkan di bulan Maulid, bulan kelahiran Nabi: tanggal 12 Maulid –bertepatan dengan tanggal 7 September 2026. Anda pasti ingat tanggal tersebut: tanggal merah –hari libur.

Di desa-desa pada tanggal tersebut sangat ramai dengan berbagai acara. Saya tidak akan lupa: waktu kecil ada makan-makan bersama di masjid –kenduri. Tiap rumah membawa sejenis tumpeng ke masjid. Terkumpul sekitar 20 ambeng –seperti tumpeng tapi nasinya tidak dibentuk seperti kerucut. Lalu dimakan bersama.

Sebelum makan, ada pembacaan selawat --dipimpin oleh imam masjid. Pada bagian akhir selawat semua berdiri: melantunkan 'asrakal' dengan semangat. Bagi anak-anak semangat itu muncul karena setelah ''asrakal'' berarti saat makan segera tiba.

Di masjid kami jenis selawat yang dibaca adalah Barzanji. Buku Barzanji ditulis oleh Ja'far al-Barzanji, ulama Kurdistan yang pernah menjadi mufti di Madinah. Barzanji meninggal dunia tahun 1764.

Kami, waktu itu, tidak mengenal selawat jenis Dala'il. Saya baru tahu Dala'il setelah masuk pesantren. Ternyata selawat Dala'il juga sangat populer. Bahkan dipercaya lebih membawa 'khasiat': berkah dari Nabi.

Untuk membaca Dala'il pun ada 'protokol'-nya. Satu buku Dala'il terbagi menjadi tujuh bagian --untuk dibaca selama tujuh hari, satu bagian satu hari. Tebalnya Dala'il sekitar 120 halaman, tergantung besar kecilnya huruf yang dipakai.

Berarti pada hari ketujuh tamatlah itu pembacaan Dala'il. Setelah itu Anda bisa mendapat ijazah. Siapa yang memberi ijazah? Banyak kiai yang dipercaya untuk memberi ijazah Dala'il. Salah satu yang paling ''laris' adalah KH Badhawi Basir dari Kudus. Nama pesantrennya: Darul Falah.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id