Kapal Feri Terbakar di Filipina, Lima Orang Tewas dan 86 Hilang
Kebakaran melanda feri MV June Aster yang berlayar dari Manila menuju Coron, Palawan, Filipina. Insiden tersebut menyebabkan sedikitnya lima orang meninggal
Tim penyelamat menghadapi tantangan besar dalam mencari korban yang masih hilang. Gelombang kuat dan angin pada malam kejadian membuat posisi kapal berubah dari lokasi awalnya.
Kapal dilaporkan sempat berada sekitar 2,2 kilometer dari pesisir Desa Marcilla di Coron. Dalam pembaruan berikutnya, feri yang rusak akibat kebakaran itu berada sekitar 14 kilometer dari Desa Turda akibat terdorong kondisi perairan.
Asap tebal yang masih keluar dari bangkai kapal juga menyulitkan tim untuk memasuki feri. Petugas perlu memastikan area di dalam kapal aman sebelum melakukan pemeriksaan untuk mencari kemungkinan adanya korban yang belum ditemukan.
Penjaga Pantai Filipina mengatakan laporan insiden diterima pada pukul 18.45 waktu setempat dan aset penyelamat segera dikerahkan. Namun, pencarian di laut tetap membutuhkan waktu karena jangkauan area yang luas, kondisi cuaca, serta kemungkinan para penumpang terbawa arus.
Data Manifest Penumpang Jadi Tantangan
Jumlah orang hilang dalam kecelakaan kapal di Filipina sering kali sulit dipastikan pada tahap awal. Salah satu penyebabnya adalah perbedaan antara daftar manifest penumpang dan jumlah orang yang benar-benar berada di atas kapal.
Dalam sejumlah kecelakaan laut sebelumnya di Filipina, otoritas menemukan adanya penumpang yang tidak tercatat dalam manifest. Sebaliknya, ada pula nama dalam daftar yang ternyata tidak jadi menaiki kapal.
Kondisi tersebut membuat proses pencocokan data menjadi sangat penting, terutama untuk memastikan siapa saja yang telah dievakuasi, dirawat di rumah sakit, meninggal, atau masih belum ditemukan.
MV June Aster diketahui dibuat pada 2002 dan memiliki kapasitas hingga 306 penumpang serta 27 kru. Kapal itu juga disebut telah menjalani pemeriksaan kepatuhan pada Maret 2026, termasuk pemeriksaan perlengkapan keselamatan seperti jumlah jaket pelampung.
Meski demikian, pemeriksaan tersebut belum menjawab penyebab kebakaran. Investigasi akan menentukan apakah ada persoalan teknis, kelalaian operasional, atau faktor lain yang memicu api dari ruang kargo.
Penutup
Kebakaran MV June Aster kembali menunjukkan besarnya risiko kecelakaan di jalur laut yang menjadi penghubung antarpulau di Filipina. Upaya pencarian terhadap 86 orang yang masih hilang menjadi prioritas utama, sementara penyelidikan diperlukan untuk mengungkap asal api dan mengevaluasi prosedur keselamatan kapal.
Baca Juga
Dalam ilmu keselamatan maritim modern, respons cepat, penggunaan jaket pelampung, pencatatan manifest yang akurat, serta sistem pencegahan dan pemadaman kebakaran merupakan elemen penting untuk menekan jumlah korban. Tragedi ini menegaskan bahwa kesiapan keselamatan harus berjalan bersamaan dengan pengawasan kapal secara konsisten.
Referensi
BBC News, Five Dead and 86 Missing After Ferry Catches Fire in Philippines