Cara Mengatasi Ketombe agar Terhindar dari Iritasi dan Rambut Rontok
Ketombe merupakan masalah kulit kepala yang ditandai dengan munculnya serpihan berwarna putih atau kekuningan. Kondisi ini juga dapat disertai rasa gatal
Sampo antiketombe perlu diarahkan terutama ke kulit kepala, bukan hanya diusapkan pada batang rambut. Basahi rambut, tuangkan sampo secukupnya, lalu pijat lembut kulit kepala menggunakan ujung jari.
Hindari menggosok menggunakan kuku karena tindakan tersebut dapat menimbulkan luka kecil dan memperburuk iritasi. Setelah busa terbentuk, diamkan sampo sesuai petunjuk pada kemasan. Beberapa bahan aktif perlu dibiarkan selama beberapa menit agar dapat bekerja sebelum dibilas.
Frekuensi penggunaannya berbeda-beda sesuai bahan aktif, jenis rambut, tingkat keparahan ketombe, dan petunjuk produk. Pemilik kulit kepala berminyak mungkin perlu mencuci rambut lebih sering. Namun, rambut keriting, kering, diwarnai, atau telah menjalani perawatan kimia memerlukan pendekatan lebih hati-hati agar tidak semakin kering.
Apabila ketombe sudah terkendali, penggunaan sampo antiketombe biasanya dapat dikurangi menjadi satu atau dua kali seminggu sebagai perawatan pencegahan. Ketombe sering bersifat kronis dan dapat kembali ketika perawatan dihentikan sepenuhnya.
Hindari Menggaruk Kulit Kepala
Rasa gatal memang mendorong seseorang untuk menggaruk. Akan tetapi, kuku dapat mengikis lapisan pelindung kulit, menimbulkan luka, dan membuka jalan bagi infeksi sekunder.
Peradangan dan trauma mekanis dari garukan juga dapat membuat rambut lebih mudah patah atau terlepas. Kerontokan yang terjadi umumnya bersifat sementara apabila peradangan segera dikendalikan dan folikel rambut tidak mengalami kerusakan permanen.
Ketika kulit kepala terasa gatal, pijat perlahan menggunakan bantalan ujung jari. Kompres dingin juga dapat membantu meredakan rasa tidak nyaman. Jika gatal sangat berat, jangan langsung menggunakan obat kortikosteroid tanpa petunjuk dokter karena jenis, kekuatan, dan lama penggunaannya harus disesuaikan dengan kondisi kulit.
Batasi Produk yang Memicu Iritasi
Gel, pomade, hair spray, pewarna rambut, minyak rambut, dan produk berpewangi dapat meninggalkan residu atau memicu dermatitis kontak pada sebagian orang. Hentikan sementara produk baru apabila ketombe, kemerahan, atau rasa panas muncul setelah produk tersebut mulai digunakan.
Pengolesan minyak secara berlebihan juga tidak selalu tepat. Minyak mungkin membuat sisik terlihat lebih lunak, tetapi kulit kepala yang semakin berminyak dapat menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan Malassezia pada orang yang rentan.
Bahan rumahan seperti air jeruk, cuka pekat, soda kue, atau minyak esensial murni juga harus dihindari. Bahan tersebut dapat mengganggu lapisan pelindung kulit dan menyebabkan iritasi apabila konsentrasi maupun cara penggunaannya tidak tepat.
Baca Juga
Kelola Stres dan Jaga Kebersihan Peralatan
Stres tidak selalu menjadi penyebab utama ketombe, tetapi dapat memperburuk peradangan dan memicu kekambuhan dermatitis seboroik. Tidur cukup, aktivitas fisik sesuai kemampuan, dan pengelolaan stres dapat membantu menjaga kestabilan kondisi kulit.
Sisir, helm, topi, sarung bantal, serta handuk juga perlu dibersihkan secara teratur untuk mengurangi penumpukan minyak dan residu produk. Namun, ketombe bukan penyakit menular sehingga tidak akan berpindah hanya karena berada dekat dengan orang yang mengalaminya.