Tekno . 06/09/2026, 11:40 WIB
fin.co.id - Microsoft akan membatasi waktu bermain melalui layanan Xbox Cloud Gaming bagi pelanggan Game Pass mulai November 2026. Pelanggan Game Pass Ultimate nantinya hanya memperoleh kuota cloud gaming selama 15 jam per bulan sebelum harus membeli waktu bermain tambahan.
Kebijakan tersebut menjadi perubahan besar bagi pengguna yang selama ini dapat mengakses cloud gaming tanpa batas waktu bulanan yang ketat. Xbox menyatakan pembatasan diperlukan karena biaya pengoperasian layanan cloud gaming terus meningkat.
Setiap tingkatan langganan Game Pass akan mendapatkan kuota yang berbeda. Pelanggan Premium memperoleh waktu bermain selama 10 jam per bulan, sedangkan pengguna paket Essential hanya mendapatkan lima jam. Setelah kuota habis, pemain harus membeli tambahan waktu cloud gaming melalui Xbox Store.
Harga paket tambahan tersebut belum diumumkan. Xbox hanya memastikan pengguna nantinya juga dapat membeli waktu cloud gaming tanpa harus berlangganan Game Pass.
Xbox menjelaskan bahwa batas waktu diperlukan agar perusahaan dapat terus berinvestasi dalam keandalan dan performa layanan. Cloud gaming membutuhkan infrastruktur pusat data yang mahal karena setiap permainan dijalankan pada perangkat keras milik Microsoft, bukan pada konsol atau komputer pengguna.
Dalam sistem cloud gaming, perintah dari pengontrol dikirim melalui internet menuju server. Server kemudian menjalankan game, memproses gambar, dan mengirimkan video kembali ke layar pemain secara langsung. Proses ini berlangsung terus-menerus selama permainan berjalan.
Berbeda dengan layanan video biasa, cloud gaming membutuhkan komunikasi dua arah dengan latensi sangat rendah. Server harus segera merespons setiap gerakan pemain. Selain membutuhkan koneksi internet cepat, layanan ini bergantung pada prosesor, perangkat grafis, memori, penyimpanan, sistem pendingin, dan jaringan berkapasitas tinggi.
Xbox menyatakan pembatasan akan memungkinkan perusahaan untuk “terus berinvestasi” dalam “keandalan dan performa” layanan cloud gaming. Namun, keputusan tersebut memicu kritik karena pelanggan tetap harus membayar biaya langganan bulanan.
Seorang pengguna media sosial menilai kuota 15 jam terlalu sedikit. Menurutnya, durasi tersebut hanya setara dengan sekitar 30 menit bermain setiap hari apabila dibagi rata selama satu bulan.
Xbox mengklaim hanya sekitar 4 persen pengguna Game Pass yang memanfaatkan fitur cloud gaming. Laporan The Wall Street Journal menyebut Game Pass memiliki sekitar 30 juta pelanggan. Berdasarkan angka tersebut, perubahan kebijakan diperkirakan dapat memengaruhi kurang lebih 1,2 juta pengguna.
Persentasenya memang terlihat kecil dibandingkan keseluruhan pelanggan. Namun, jumlah pengguna yang terdampak tetap besar apabila dihitung secara absolut.
Cloud gaming sebelumnya dipandang sebagai salah satu cara untuk memperluas akses terhadap game. Pemain tidak harus membeli konsol terbaru atau komputer dengan spesifikasi tinggi karena seluruh proses komputasi dilakukan di pusat data. Ponsel, tablet, televisi pintar, atau perangkat berdaya rendah dapat digunakan sebagai layar selama didukung koneksi internet yang memadai.
Pembatasan waktu berpotensi mengurangi daya tarik tersebut. Pengguna yang bermain game berdurasi panjang dapat menghabiskan kuota 15 jam hanya dalam beberapa hari. Sejumlah game dengan dunia terbuka, permainan peran, dan sistem kompetitif bahkan membutuhkan puluhan hingga ratusan jam untuk diselesaikan.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id