Internasional . 03/09/2026, 13:07 WIB
fin.co.id - Bank sentral Belanda, De Nederlandsche Bank atau DNB, memindahkan sekitar 86 ton cadangan emas dari Amerika Serikat dan Kanada ke London. Langkah yang berlangsung antara Maret hingga Agustus 2026 ini dilakukan sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi meningkatnya ketidakpastian geopolitik global.
DNB menyatakan emas tersebut kini ditempatkan di Bank of England, London, karena dinilai lebih mudah diperdagangkan dan lebih cepat digunakan apabila terjadi krisis besar. Total cadangan emas Belanda sendiri tidak berubah, yakni 612,4 ton dengan nilai sekitar 72,2 miliar euro pada akhir 2025.
DNB menjelaskan bahwa perpindahan cadangan ini bukan penjualan emas untuk mengurangi aset negara. Kebijakan tersebut merupakan penataan ulang lokasi penyimpanan agar cadangan emas Belanda lebih likuid, mudah diperdagangkan, dan siap diakses saat kondisi keuangan global mengalami tekanan.
Gubernur DNB Olaf Sleijpen mengatakan relokasi itu diperlukan untuk memperkuat daya tahan negara. Ia menyatakan, “Kami berharap tidak pernah perlu menggunakan cadangan itu, tetapi kami harus memperkuat ketahanan dan kesiapan kami.”
Emas selama ini tetap dipandang sebagai salah satu aset cadangan paling penting bagi bank sentral. Tidak seperti aset keuangan yang nilainya bergantung pada penerbit atau kondisi pasar tertentu, emas fisik tidak memiliki risiko gagal bayar dari pihak penerbit. Karena itu, emas sering digunakan sebagai penyangga kepercayaan ketika pasar keuangan menghadapi guncangan ekstrem.
Menurut DNB, penyimpanan emas dalam jumlah lebih besar di London dapat memperkuat fungsi emas sebagai “jangkar kepercayaan”. Dalam situasi krisis sistemik, emas dapat dijual, ditukar, atau digunakan sebagai jaminan dengan lebih cepat jika berada di pusat perdagangan internasional.
London merupakan salah satu pusat perdagangan emas fisik terbesar di dunia. Cadangan emas yang disimpan di Bank of England juga harus memenuhi standar perdagangan internasional modern, sehingga lebih siap untuk diperdagangkan di pasar global.
Sebelum relokasi, Belanda menyimpan 18,1 persen cadangan emasnya di London. Setelah proses tersebut selesai, porsi emas Belanda di London meningkat menjadi 32,1 persen. Sementara itu, porsi emas yang tersimpan di New York turun dari 31,3 persen menjadi 18,5 persen. Cadangan di Ottawa, Kanada, juga turun dari 19,7 persen menjadi 18,5 persen.
Sebanyak 59 ton emas dipindahkan secara finansial melalui mekanisme penjualan emas di New York, kemudian pembelian kembali emas yang memenuhi standar pasar internasional di London. Selain itu, lebih dari 27 ton emas fisik dikirim dari Amerika Serikat dan Kanada ke Zeist, Belanda. Emas dengan jumlah dan kualitas serupa kemudian dipindahkan dari Zeist ke London.
Strategi gabungan antara transaksi pasar dan pengiriman fisik ini dipilih untuk membagi risiko selama proses relokasi. DNB juga menyebut metode tersebut lebih efisien karena tidak memerlukan peleburan ulang batangan emas.
DNB tidak merinci ancaman geopolitik tertentu yang menjadi alasan langsung kebijakan tersebut. Namun, bank sentral Belanda menegaskan bahwa ketegangan geopolitik global meningkat dan dapat memengaruhi perdagangan, sistem keuangan, serta kemampuan negara mengakses aset cadangan di luar negeri.
Kondisi semacam ini membuat lokasi penyimpanan aset strategis menjadi semakin penting. Negara tidak hanya mempertimbangkan keamanan fisik emas, tetapi juga kecepatan akses, kelancaran transaksi, dan risiko politik di wilayah tempat cadangan disimpan.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id