Hujan Salat
Manusia Indonesia kelihatannya sudah tidak berdaya menghadapi kebakaran hutan dan kekeringan. Mereka pun pilih bersandar kepada Tuhan.
Sejak ditemukan campuran perak yodium mulailah ada negara yang memproduksi perah-iodida. Tidak perlu semua negara membuat sendiri perak iodida. India dan Inggris sudah punya pabrik perak iodida untuk mencukupi keperluan dunia.
Indonesia memang penghasil perak yang besar. Yakni sebagai produk sampingan dari tambang emas dan tembaga. Seperti di Freeport dan NTB. Tapi Indonesia tidak punya tambang yodium. Penghasil yudium terbesar adalah Chili dan Jepang.
Air laut memang mengandung yodium tapi kadarnya terlalu rendah. Beda dengan Chili dan Jepang: mereka punya tambang yodium karena air asin bawah tanah mereka beryodium kadar tinggi.
Uni Emirat Arab tidak punya tambang perak maupun yodium. Tapi UEA tergolong negara yang paling sering membuat hujan buatan. Meski orang UEA punya Tuhan, mereka lebih punya uang: lewat hujan buatan mereka mampu mengubah padang pasir jadi lahan sayur dan buah.
Maka bukan karena tidak punya tambang yodium Indonesia sulit bikin hujan buatan. Yang Indonesia tidak punya adalah uang. Bikin hujan buatan itu mahal sekali. Untuk bisa bikin hujan yang mampu memadamkan kebakaran hutan di Kalbar bisa habis Rp 2 triliun.
Jauh lebih murah melakukan salat Istisqa'. Indonesia punya umat Islam terbesar di dunia. (Dahlan Iskan)