Ragam

Kick Off Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4, Gubernur Andra Soni: Penguatan Kompetensi Tenaga Kerja Banten

Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4 di Banten dorong peningkatan kompetensi tenaga kerja agar lebih siap menghadapi kebutuhan industri.

Kick Off Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4, Gubernur Andra Soni: Penguatan Kompetensi Tenaga Kerja Banten
Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4 di Banten dorong peningkatan kompetensi tenaga kerja agar lebih siap menghadapi kebutuhan industri.

Airlangga juga mendorong kerja sama pemerintah dan dunia usaha untuk memperbesar skala pelatihan vokasi. Menurutnya, fasilitas pelatihan yang dimiliki pemerintah perlu dioptimalkan bersama fasilitas yang dimiliki dunia industri.

Di tempat yang sama, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan pemerintah terus memperkuat program pelatihan vokasi dan magang sebagai bagian dari upaya mengatasi kesenjangan kompetensi tenaga kerja.

Dirinya menyampaikan adanya tambahan anggaran untuk program magang sebesar Rp4,2 triliun dan pelatihan vokasi sebesar Rp1,7 triliun. Tambahan anggaran tersebut meningkatkan kapasitas program magang hingga 150 ribu peserta dan tambahan kapasitas pelatihan vokasi sebanyak 270 ribu peserta.

“Ini adalah upaya kita untuk sama-sama meningkatkan kompetensi anak muda kita. Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya, pastikan Anda lulus dengan baik sehingga Anda mendapatkan sertifikat kompetensi,” ujar Yassierli.

Pada Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4, kata Yassierli, terdapat lebih dari 30 ribu orang mendaftar dan sekitar 12 ribu peserta dinyatakan lolos untuk mengikuti pelatihan dengan durasi pelatihan bervariasi, mulai dari dua minggu hingga dua bulan. Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta akan memperoleh sertifikat kompetensi.

Yassierli mengatakan Kementerian Ketenagakerjaan pada 2026 menargetkan pelatihan vokasi dapat menjangkau hingga 330 ribu orang. Berbagai bidang prioritas disiapkan, antara lain welding, green skill, smart operation, agroforestry, kecerdasan buatan (artificial intelligence), digital skill, hospitality, dan lainnya.

“Jadilah generasi ke depan yang benar-benar kompeten dan memiliki daya saing, siap bekerja tidak hanya di skala nasional, tapi juga di skala global, internasional,” katanya.

Berita Terkait