Catatan Dahlan Iskan . 01/09/2026, 09:42 WIB
Kenapa incumbent bisa terpilih lagi banyak versinya. Ada yang menyebut itu berkat rujuknya dua mantan ketua Gerakan Pemuda Ansor: Saifullah Yusuf dan Nusron Wahid. Dua-duanya menjabat menteri di kabinet Presiden Prabowo.
Awalnya dua orang itu punya misi sendiri-sendiri. Ups... Tiga orang. Satunya lagi: Muhaimin Iskandar, ketua umum Partai Kebangkitan Bangsa. Juga menteri di kabinet Prabowo.
Terpilihnya Rais Am Miftachul Akhyar adalah hasil kompromi tiga musuh dalam satu selimut NU. Pun terpilihnya Gus Kikin sebagai ketua umum tanfidziyah.
Ketua umum harus atas persetujuan rais aam yang baru. Tidak mungkin Gus Yahya terpilih –meski ia termasuk dalam lima nama calon suara terbanyak yang diusulkan cabang-cabang.
Anda sudah tahu: Kiai Miftachul Akhyar, sebagai rais aam, memecat Gus Yahya sebagai ketua umum PBNU. Sejak itu konflik di PBNU menjadi sangat terbuka dan brutal: Gus Yahya melawan.
Jadi, bagaimana nomor urut empat bisa terpilih sebagai rais aam?
Sumber Disway berbeda versi. Setidaknya ada dua versi. Pertama, sama dengan Muktamar Lampung lima tahun lalu: peraih suara terbanyak tidak bersedia jadi rais aam.
Di Muktamar 35, KH Nurul Huda yang mendapat suara terbanyak: 485. Beliau justru merekomendasikan KH Said Aqil Siroj, mantan ketua umum PBNU, untuk menjadi rais aam.
Kiai Aqil Siroj sendiri termasuk dalam sembilan nama Ahwa: nomor urut 8, mendapat 273 suara.
Tapi hanya tiga orang dari sembilan AHWA yang mendukung Aqil Siroj. Satunya lagi adalah KH Anwar Manshur, Lirboyo, Kediri.
Versi kedua: KH Nurul Huda tidak mengundurkan diri. Tapi ketika pertemuan sembilan AHWA dimulai, KH Anwar Iskandar (Al Amien, kota Kediri) berbicara: mengusulkan KH Miftachul Akhyar menjadi rais aam. Yang lain diam atau setuju.
Di kultur kiai tidak ada yang mau menampakkan diri sebagai orang yang berambisi. Juga tidak ada yang mau mencalonkan dirinya sendiri.
Maka begitu Kiai Anwar Iskandar berbicara, yang lain tidak ada yang menyanggah. Kiai Anwar Iskandar, 76 tahun, memang berwibawa. Kiai Anwar Iskandar lebih ''bisa'' bicara dari kiai lainnya. Saya ingat beberapa tahun lalu, ketika Kiai Anwar Iskandar makan siang di rumah saya bersama beberapa kiai bintang sembilan Jatim lainnya: beliau yang ambil inisiatif mulai bicara.
Ketika KH Ma'ruf Amin mengundurkan diri sebagai ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Anwar Iskandar-lah yang menjabat ketua MUI yang baru. Waktu itu KH Ma'ruf Amin harus menjadi calon wakil presidennya Jokowi.
Di pemungutan suara AHWA sendiri KH Anwar Iskandar mendapat 326 suara (di nomor urut enam).
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id