Mentan Amran Tepati Janji, Dalam Hitungan Jam Bantuan Alsintan Tiba di Tangan Petani Karawang
Dalam hitungan jam setelah Mentan Amran menjanjikan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), bantuan tersebut tiba dan diterima petani di Desa Tegal Sawah, Kecamatan Karawang Timur.
fin.co.id - Janji Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman kepada petani Karawang langsung terealisasi. Dalam hitungan jam setelah Mentan Amran menjanjikan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), bantuan tersebut tiba dan diterima petani di Desa Tegal Sawah, Kecamatan Karawang Timur, Jawa Barat, Senin (31/8).
Bantuan berupa combine harvester langsung diberikan untuk mendukung kegiatan panen kelompok buruh tani. Selain itu, Mentan Amran memastikan traktor milik kelompok yang hilang dicuri pada malam 17 Agustus akan segera diganti.
Kecepatan tersebut menunjukkan pola kerja yang ditekankan Mentan Amran: persoalan yang ditemukan langsung di lapangan harus segera ditindaklanjuti. Aspirasi petani tidak berhenti sebagai laporan, tetapi langsung diterjemahkan menjadi bantuan yang dapat dimanfaatkan.
Sebelumnya, dalam kunjungan kerja di Karawang, Mentan Amran berhenti setelah melihat sejumlah buruh tani sedang bekerja di sawah. Ia turun dari kendaraan dan berbincang langsung dengan mereka.
Dari pertemuan tersebut, Mentan Amran mengetahui kondisi buruh tani yang sebagian tidak memiliki sawah sendiri dan hanya mengandalkan pekerjaan sebagai buruh ngarit atau tenaga panen. Kesempatan kerja yang terbatas membuat pendapatan mereka sangat rendah.
“Nah, ada juga tadi kami di tengah jalan temukan buruh ngarit. Itu dapat berapa? Hanya Rp30 ribu per hari, dan itu dua kali seminggu, maksimal tiga kali seminggu. Saudara-saudara kita itu tidak mendapatkan bantuan alat mesin pertanian karena tidak punya akses,” ujar Mentan Amran.
Kondisi tersebut mendorong Mentan Amran mengubah regulasi bantuan alsintan. Buruh tani yang tidak memiliki sawah kini diberi akses untuk memperoleh bantuan alat dan mesin pertanian sehingga dapat meningkatkan produktivitas sekaligus pendapatan.
“Regulasi kami ubah. Sudah kami ubah, sudah kami tanda tangani. Prioritaskan alat mesin pertanian, pompa dan seterusnya kepada buruh tani yang tidak punya sawah supaya kesejahteraannya meningkat,” tegasnya.
Mentan Amran menyoroti rendahnya pendapatan buruh tani yang hanya mengandalkan pekerjaan harian. Dengan upah sekitar Rp30 ribu per hari dan kesempatan kerja dua kali dalam sepekan, pendapatan mereka hanya sekitar Rp240 ribu per bulan.
“Bisa bayangkan pendapatannya Rp30 ribu, Rp60 ribu per minggu karena dua kali seminggu. Kalau Rp60 ribu per minggu, kalau satu bulan berarti Rp240 ribu. Bayangkan itu satu keluarga,” katanya.
Baca Juga
Karena itu, Mentan Amran ingin alsintan tidak berhenti sebagai bantuan alat produksi, tetapi dapat menjadi sarana usaha yang membuka sumber pendapatan baru bagi buruh tani.
Mendengar kondisi tersebut, Mentan Amran langsung mengambil keputusan untuk memberikan combine harvester sekaligus mengganti traktor kelompok yang hilang.
“Kalau tidak dapat, digantikan. Hilang, sudah. Nanti kita ganti,” tegas Mentan Amran.
Keputusan tersebut langsung ditindaklanjuti jajaran Kementerian Pertanian. Dalam hitungan jam, bantuan alsintan telah tiba di lokasi dan diterima kelompok buruh tani.
Kedatangan bantuan disambut gembira petani dan buruh tani. Julaiha, salah satu buruh tani Desa Tegal Sawah, mengaku bersyukur karena persoalan alat yang hilang langsung mendapat perhatian dan kepastian solusi.