Marc Marquez Ungkap Momen Mengerikan Duel 300 Km/Jam dengan Bezzecchi di Aragon
Marc Marquez mengungkap cerita di balik salah satu momen paling menegangkan dalam balapan MotoGP Aragon 2026. Pembalap Ducati Lenovo tersebut terlibat
Marquez bahkan menunjukkan bahwa dalam tayangan ulang terlihat motornya sempat melakukan wheelie kecil ketika berada di gigi keenam.
"Kalau Anda melihat tayangan ulang, bahkan ada wheelie kecil di gigi keenam. Dan mustahil untuk menjauh dari motornya," ujar Marquez.
Kondisi tersebut membuat duel terlihat spektakuler bagi penonton, tetapi dari sudut pandang pembalap, risikonya sangat tinggi.
"Jadi itu adalah momen yang mengerikan, tetapi pertunjukan yang bagus untuk para penggemar," tambahnya.
Mengapa Dua Motor Bisa Seperti Saling Tertarik?
Penjelasan Marquez memiliki dasar dalam aerodinamika kendaraan berkecepatan tinggi. Motor MotoGP modern menggunakan perangkat aerodinamika yang semakin kompleks, termasuk winglet dan berbagai permukaan yang dirancang untuk mengendalikan aliran udara.
Ketika dua motor melaju sangat dekat pada kecepatan tinggi, aliran udara dari motor di depan maupun di samping dapat memengaruhi kestabilan motor lainnya. Udara di sekitar kendaraan tidak bergerak secara seragam. Terdapat daerah dengan tekanan berbeda serta turbulensi yang berubah sangat cepat.
Fenomena tersebut dapat menghasilkan gaya lateral yang membuat motor terasa terdorong atau tertarik ke arah tertentu. Pada kecepatan sekitar 300 km/jam, perubahan kecil pada tekanan udara dapat menghasilkan pengaruh yang jauh lebih besar dibandingkan ketika motor bergerak pada kecepatan rendah.
Turbulensi juga dapat mengganggu efektivitas perangkat aerodinamika. Jika aliran udara yang mengenai winglet berubah secara tiba-tiba, gaya tekan yang dihasilkan perangkat tersebut juga dapat berubah.
Situasi menjadi semakin sulit ketika dua motor berada berdampingan dengan jarak yang sangat dekat. Pembalap harus menghadapi kombinasi turbulensi, perubahan tekanan udara, gerakan motor, serta koreksi kemudi dalam waktu yang sangat singkat.
Karena itu, pernyataan Marquez bahwa kedua motor terasa seperti "tersedot" satu sama lain dapat dipahami sebagai cara pembalap menggambarkan perubahan gaya aerodinamika yang dirasakan ketika dua motor MotoGP melaju berdampingan pada kecepatan ekstrem.
Baca Juga
Bezzecchi Akhirnya Mengalah
Pertarungan akhirnya berakhir ketika Bezzecchi sedikit mengalah. Menurut Marquez, pembalap Aprilia tersebut berada di bagian lintasan yang kotor sehingga posisinya semakin sulit dipertahankan.
Marquez kemudian tetap berada di depan ketika memasuki zona pengereman.
Bezzecchi justru kehilangan posisi kedua setelah dilewati Pedro Acosta. Susunan tiga pembalap terdepan kemudian bertahan hingga garis finis, dengan Marquez menjadi pemenang, Acosta finis kedua, dan Bezzecchi menempati posisi ketiga.