Demi Anak, Wanita Sydney Lawan Hiu Putih 4 Meter dengan Tinju
Seorang wanita asal Sydney, Australia, menceritakan perjuangannya bertahan hidup setelah diserang hiu putih besar sepanjang sekitar empat meter di Pantai Coogee
Menurut National Oceanic and Atmospheric Administration atau NOAA, serangan hiu terhadap manusia relatif jarang dibandingkan dengan jumlah manusia yang berenang dan beraktivitas di laut setiap tahun.
Ketika serangan benar-benar terjadi, respons korban dapat berbeda tergantung posisi, jenis hiu, kondisi air, dan bentuk serangan.
International Shark Attack File yang dikelola Florida Museum of Natural History menjelaskan bahwa apabila seseorang benar-benar diserang dan tidak memiliki kesempatan untuk segera keluar dari air, perlawanan pada bagian sensitif seperti mata dan insang dapat menjadi pilihan.
Memukul bagian kepala atau moncong kadang juga dapat membuat hiu melepaskan gigitan, meskipun efektivitasnya tidak selalu sama.
Dalam kasus Stewart, pukulan berulang kemungkinan membuat hiu akhirnya menghentikan serangannya sehingga ia memperoleh kesempatan untuk melarikan diri.
Hiu Putih Termasuk Predator Laut Terbesar
Hiu putih besar atau great white shark merupakan salah satu predator laut terbesar di dunia.
Menurut Smithsonian Ocean, hiu putih dewasa umumnya dapat memiliki panjang beberapa meter, sementara individu terbesar dapat tumbuh lebih dari enam meter.
Hewan ini memiliki tubuh yang kuat, kemampuan berenang cepat, serta rahang dengan deretan gigi tajam yang dirancang untuk menangkap mangsa.
Makanan utama hiu putih antara lain ikan, anjing laut, singa laut, dan sejumlah mamalia laut lainnya.
Manusia bukan mangsa utama hiu putih.
Baca Juga
Sejumlah penelitian menunjukkan sebagian serangan terhadap manusia kemungkinan terjadi karena hiu sedang melakukan investigasi terhadap objek yang dianggap potensial sebagai mangsa.
Namun satu gigitan dari hiu berukuran besar tetap dapat menyebabkan cedera sangat serius karena kekuatan rahang dan bentuk giginya.
Penutup
Kisah Leah Stewart menunjukkan bagaimana respons cepat, kondisi mental, dan dorongan untuk bertahan hidup dapat memainkan peran penting ketika seseorang menghadapi situasi ekstrem.