Catatan Dahlan Iskan

Akal Sehat

Puji Tuhan, akhirnya akal sehatlah yang menang di Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Tambakberas, Jombang yang berakhir hari ini.

Akal Sehat

Waktu itu KH Miftachul Akhyar terpilih sebagai rais aam karena yang dapat nomor urut satu dan dua tidak bersedia menjabat rais aam.

Apakah dengan dapat suara di urutan empat KH Miftachul Akhyar masih akan bisa jadi rais aam? Apakah kali ini yang dapat nomor urut di atasnya juga tidak bersedia jadi rais aam?

Tampaknya tidak lagi. Yang memperoleh suara terbanyak di Tambakberas tadi malam adalah KH Nurul Huda Djazuli dari Kediri. Di Muktamar Lampung KH Nurul Huda mendapat suara nomor empat.

KH Nurul Huda tidak mungkin menyatakan menolak amanah itu. Bukan karena ambisius tapi demi penyelamatan NU. Kiai besar Jatim KH Asep Saifuddin Chalim akan sangat marah kalau sampai KH Nurul Huda tidak bersedia menjabat rais aam.

Kalau KH Nurul Huda menjabat rais aam ganti banyak tokoh NU yang "mati angin". Nurul Huda adalah nama yang paling tidak diharap terpilih oleh para tokoh itu. Gagallah impian banyak tokoh NU yang ingin bisa menyetir seorang rais aam.

KH Nurul Huda adalah kiai yang sangat independen dan kuat dan bersikap. Tidak bisa disetir-setir.

Nomor dua di bawah KH Nurul Huda adalah KH Nuruzzahri Yahya dari Beureun, Aceh. Selisih suaranya sangat tipis. Di urutan ketiga adalah KH Dr Bajaruddin Hs dari Bone, Sulsel. Hebatnya, KH Said Aqil Siradj terpilih di nomor urut delapan. Yang nomor sembilan adalah Abun Bunyamin dari Purwakarta. Masih ada KH Anwar Iskandar, KH Afifuddin Muhajir dari Sukorejo Situbondo dan Anwar Manshur Lirboyo Kediri. KH Wildan Salman dari Martapura tergeser dari sembilan besar.

Ketika artikel ini selesai saya tulis, tadi malam, demo berlangsung di kawasan Muktamar. Para pendukung KH Yusuf Chudlori tidak rela kalau kiai mereka dicoret dari pencalonan ketua umum dengan alasan masih belum melewati "masa idah" setelah bercerai dengan Partai Kebangkitan Bangsa. Mereka mengatakan Kiai Yusuf sudah lebih dua tahun tidak lagi di PKB. Sebaliknya pihak yang anti menilai Kiai Yusuf masih "sangat PKB".

Pemilihan sembilan majelis AHWA sudah selesai. Tadi malam mulailah pertempuran yang sebenarnya untuk menentukan siapa ketua umum NU yang baru. Pemungutan suaranya pasti lebih "dingin" karena satu cabang mengajukan lima nama. Bukan satu nama. Yang memperoleh suara terbanyak pun belum tentu bisa jadi ketua umum.

Majelis AHWA akan menentukan siapa di antara lima besar nama calon akan dipilih sebagai ketua umum. Itu pun rais aam harus memberikan persetujuan.

Baca Juga

Hari ini Muktamar ke -35 NU selesai. Rasanya NU akan lebih baik dengan kepemimpinan hasil muktamar Tambakberas. Ini bukan hanya muktamar persatuan tapi juga sekaligus muktamar jalan baru demokrasi ala NU. Demokrasi Akal Sehat.

Berita Terkait