Tekno . 30/08/2026, 15:05 WIB
Kacamata pintar dibuat semakin menyerupai kacamata sehari-hari. Kamera, speaker, baterai, mikrofon, dan komponen elektronik disembunyikan di dalam bingkai.
Pendekatan tersebut penting karena perangkat wearable harus nyaman secara fisik sekaligus dapat diterima secara sosial.
Smartphone boleh terlihat seperti perangkat elektronik karena memang dipegang ketika diperlukan. Sebaliknya, smart glasses dapat digunakan selama berjam-jam dan berada tepat di wajah penggunanya.
Dalam waktu dekat, kemungkinannya masih kecil.
Smart glasses saat ini lebih masuk akal sebagai pendamping smartphone dibandingkan pengganti sepenuhnya.
Ada banyak pekerjaan yang masih jauh lebih nyaman dilakukan melalui layar smartphone.
Mengetik dokumen panjang, mengedit foto, menonton video panjang, bermain game, membuka spreadsheet, mengelola file, berbelanja melalui aplikasi, hingga membaca artikel masih membutuhkan antarmuka visual yang cukup luas.
Smartphone mempunyai keunggulan sederhana tetapi sangat penting, yaitu layar sentuh.
Layar memberikan ruang visual sekaligus menjadi perangkat input. Pengguna dapat mengetik, menggeser, memperbesar gambar, memilih menu, atau berpindah aplikasi dengan sangat cepat.
Smart glasses harus menemukan cara lain untuk menggantikan fungsi tersebut.
Perintah suara merupakan salah satu jawabannya. Gerakan tangan, touchpad pada bingkai, pelacakan mata, cincin pintar, jam tangan pintar, atau perangkat pengendali lain juga dapat digunakan.
Namun, belum ada satu metode yang benar-benar mampu menggantikan fleksibilitas layar sentuh smartphone dalam semua situasi.
Di sinilah AI menjadi sangat penting.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id