Sport . 30/08/2026, 13:41 WIB
"Semua pembalap Ducati memakai ban medium karena ban lunaknya sama seperti di Silverstone," kata Marquez.
Menurutnya, gejala masalah yang sama sudah kembali terlihat pada sesi pagi di Aragon. Karena itu, memakai ban lunak dianggap sebagai risiko yang tidak sebanding dengan potensi keuntungan awal berupa daya cengkeram lebih baik.
Marquez memperkirakan masalah graining dapat membuat pembalap kehilangan sekitar setengah hingga satu detik per lap. Dalam sprint 11 lap, penurunan kecepatan seperti itu dapat mengubah peluang menang menjadi kekalahan.
Pilihan medium membuat Ducati sedikit lebih aman untuk menjaga performa ban hingga akhir lomba. Sebaliknya, Bezzecchi perlu mempertahankan ban lunaknya agar tetap kompetitif sepanjang sprint.
Kemenangan itu menjadi kemenangan sprint ke-20 dalam karier Marquez. Hasil tersebut juga mempertahankan catatan sempurnanya pada balapan sprint di Aragon sebagai pembalap Ducati.
Meski menang, Marquez tidak menutupi kecepatan Bezzecchi dalam sesi kualifikasi. Ia menilai lawannya memang lebih cepat ketika merebut pole position, sehingga tidak ada alasan baginya untuk kecewa secara berlebihan.
Marquez merasa sudah mencatatkan lap yang baik dalam kualifikasi. Namun, Bezzecchi tampil lebih cepat saat time attack. Bagi Marquez, menerima keunggulan lawan merupakan bagian penting dalam kompetisi, terutama ketika dirinya merasa telah memberikan kemampuan terbaik.
Penampilan Bezzecchi menunjukkan Aprilia menjadi ancaman serius bagi Ducati di Aragon. Akan tetapi, kecermatan Marquez membaca situasi ban dan keberaniannya menyerang sejak lap pertama membuatnya mampu membalikkan keadaan.
Kemenangan Marc Marquez pada Sprint MotoGP Aragon memperlihatkan bahwa balapan tidak hanya ditentukan oleh posisi pole atau kecepatan satu lap. Keputusan pemilihan ban, pemahaman karakter lintasan, dan keberanian mengambil peluang pada awal balapan sama pentingnya.
Marquez menilai Tikungan 1 sebagai kesempatan terbaik untuk mengalahkan Bezzecchi, lalu memanfaatkan posisi terdepan untuk mengendalikan ritme. Strategi itu berhasil menjaga rekor sempurnanya di sprint Aragon bersama Ducati, sekaligus menegaskan bahwa risiko terukur dapat menjadi pembeda di MotoGP.
Referensi: Marc Marquez Says Risky Aragon MotoGP Sprint Overtake Was Only Chance to Win, Crash.net
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id