Sport . 30/08/2026, 13:41 WIB

Demi Kalahkan Bezzecchi, Marc Marquez Ambil Risiko pada Start Sprint MotoGP Aragon

Penulis : Makruf
Editor : Makruf

fin.co.id - Marc Marquez mengungkap manuver agresifnya saat memasuki Tikungan 1 menjadi satu-satunya peluang untuk mengalahkan Marco Bezzecchi pada Sprint MotoGP Aragon 2026. Pembalap Ducati itu akhirnya memenangkan balapan pendek tersebut, meski harus start dari posisi kedua di belakang Bezzecchi yang merebut pole position dengan rekor lap baru.

Bezzecchi tampil sangat kuat sejak sesi kualifikasi bersama Aprilia. Namun, pilihan ban belakang yang berbeda membuat Marquez merasa harus segera mengambil alih posisi terdepan sebelum lawannya menemukan ritme balap.

Marquez memakai ban belakang kompon medium, sementara Bezzecchi mengambil taruhan dengan ban belakang lunak untuk sprint 11 lap di MotorLand Aragon.

Tikungan Pertama Jadi Titik Penentuan

Marquez mengatakan sudah merencanakan serangan di Tikungan 1 apabila melihat Bezzecchi menggunakan ban lunak. Menurutnya, keputusan tersebut bukan sekadar aksi spontan, melainkan bagian dari strategi untuk mencegah pembalap Aprilia itu memimpin dan mengatur kecepatan balapan.

"Saat saya melihat Marco memakai ban lunak, itu adalah satu-satunya kesempatan untuk menyerangnya di tikungan pertama," kata Marquez.

Start Marquez sendiri tidak berjalan sempurna. Meski begitu, ia tetap berani mengerem lebih lambat untuk mencari celah di Tikungan 1 dan menyalip Bezzecchi. Manuver itu dinilai berisiko karena dilakukan pada fase paling padat dalam balapan, ketika jarak antarmotor masih sangat rapat.

Namun, Marquez merasa Tikungan 1 Aragon merupakan salah satu titik lintasan yang sesuai dengan gaya balapnya. Ia juga memahami bahwa pembalap yang memimpin balapan akan memiliki keleluasaan lebih besar untuk mengontrol ritme, menjaga ban, serta menentukan kapan harus meningkatkan kecepatan.

"Memang berisiko, tentu saja. Tetapi itu bagian dari balapan," ujar Marquez.

Ia menjelaskan risiko tersebut lebih bisa diperhitungkan ketika dirinya berada di barisan depan. Situasinya akan jauh lebih sulit apabila manuver serupa dilakukan dari tengah rombongan, karena peluang terjadi kontak dan kecelakaan menjadi lebih tinggi.

Ducati Hindari Risiko Ban Lunak

Bukan hanya manuver di Tikungan 1 yang menjadi pertimbangan Marquez. Pemilihan ban belakang medium juga diyakini berperan besar dalam menjaga kecepatannya sampai garis finis.

Seluruh pembalap Ducati memilih ban belakang medium pada sprint tersebut. Marquez menyebut Ducati tidak memiliki alasan kuat untuk mengambil ban lunak karena kompon itu sama dengan ban yang menimbulkan masalah graining di MotoGP Silverstone.

Graining merupakan kondisi ketika permukaan ban mengalami keausan tidak merata dan membentuk butiran kecil. Masalah ini dapat mengurangi daya cengkeram motor secara signifikan. Dalam balapan MotoGP, hilangnya grip belakang akan membuat pembalap kesulitan berakselerasi keluar tikungan serta meningkatkan risiko kehilangan kendali.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id