Catatan Dahlan Iskan . 29/08/2026, 05:25 WIB
Narasi lainnya memberi peringatan: "Kalau nanti kami tidak bisa live di channel ini Anda bisa pindah ke FB," katanya. Seolah semua jaringan selular terancam akan ditutup. Lalu bermunculan pertanyaan di layar HP: akun FB nya yang mana.
Sampai pukul 05.00 saya terus mengikuti live dari sarang demo di Jakarta. Untung ada Dismorning. Tiap jam lima pagi. Saya tinggalkan live itu untuk live sendiri di Dismorning. Saya bilang ke Sasa, host Dismorning: "Mungkin pagi ini tidak ada orang yang menyaksikan kita di Dismorning. Semua orang akan memilih menyaksikan live situasi Jakarta menjelang demo," ujar saya kepada Sasa. "Orang pingin mengukur suhu politik Jakarta. Aman atau tidak aman," kata saya lagi.
Selesai Dismorning saya harus berangkat olahraga. Di jalan saya ikuti lagi live. Belum banyak perkembangan. Setelah itu kesibukan lain susul-menyusul. Siangnya baru live lagi: begitu banyak yang mendukung demo. Terutama dari pengemudi ojek online.
Tengah hari saya balik ke live: demo tidak seberapa besar. Setidaknya tidak sebesar yang dikhawatirkan. Sekitar 3000 orang.
Tapi itu juga sudah besar. Dan akan benar-benar besar kalau tidak segera ada jalan keluar. Mereka bisa bermalam di jalan raya depan DPR. Simpati bisa kian besar. Bisa meluas. Bisa ditunggangi. Bisa rusuh. Apalagi kalau sampai senja digantikan gelap.
Bahaya itulah yang dibaca para politisi di DPR. Khususnya oleh Wakil Ketua DPR Don Dasco. Maka Mas Botok dan tim intinya diajak masuk ruang sidang DPR. Diajak bicara. Lalu keluarlah jaminan dari Don Dasco yang sangat terkenal itu: Kalau sampai 15 Desember UU Perampasan Aset tidak disaahkan, ia akan mengundurkan diri. Pun para wakil ketua DPR lainnya: Cucun Ahmad Syamsurijal, Saan Mustopa, dan Sari Yuliati. Tidak jelas mengapa Ketua DPR Puan Maharani tidak melibatkan diri dalam penjaminan itu.
Demo pun berakhir. Jakarta selamat dari kerusuhan. Letupan kecil tetap terjadi di sana-sini. Tapi bisa diatasi. Rupanya skenario ”rusuh malam” kehilangan momentum. Kelihatannya tetap ada yang ingin memaksakannya. Sejumlah peristiwa terjadi di kegelapan. Tapi timing-nya sudah layu sebelum berkembang.
Don Dasco pantas dapat Piala Citra untuk kategori penyutradaraan terbaik di festival film mendatang. (Dahlan Iskan)
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id