Internasional

Meta Sepakat Bayar Rp300 Triliun demi Perlindungan Anak di Media Sosial

Meta menyetujui penyelesaian perkara bernilai hingga 18 miliar dolar AS atau sekitar Rp300 triliun terkait klaim bahwa Facebook dan Instagram telah merugikan

Meta Sepakat Bayar Rp300 Triliun demi Perlindungan Anak di Media Sosial
Perlindungan Anak di Medsos, Ilustrasi: DALL·E 3

Seorang eksekutif Meta juga dimintai keterangan mengenai materi presentasi internal yang menyebut bahwa perusahaan dalam situasi tertentu dapat memilih membayar denda akibat pelanggaran peraturan dibandingkan melakukan perubahan. Eksekutif tersebut mengatakan tidak mengingat pernah menuliskan pernyataan itu.

Sebelum kesepakatan tercapai, Meta diperkirakan berisiko menghadapi tuntutan pembayaran senilai ratusan miliar dolar AS apabila kalah. Skenario maksimal bahkan dapat menghasilkan hukuman sebesar 1,4 triliun dolar AS, meskipun kemungkinan penerapannya dinilai sangat kecil.

Dibandingkan potensi hukuman tersebut, nilai penyelesaian hingga 18 miliar dolar AS jauh lebih rendah. Kesepakatan juga memungkinkan Meta menghindari ketidakpastian persidangan yang dapat mengganggu bisnis utamanya.

Penggunaan Instagram dan Facebook Dibatasi Dua Jam

Penyelesaian perkara tidak hanya mencakup pembayaran. Meta juga menyetujui perubahan pengoperasian Instagram dan Facebook bagi pengguna remaja.

Salah satu perubahan utama adalah pembatasan penggunaan selama dua jam per hari di kedua platform. Batas tersebut akan menjadi pengaturan bawaan bagi akun yang telah diketahui dimiliki pengguna remaja.

Namun, aktivitas berkirim pesan secara langsung tidak dimasukkan dalam perhitungan batas harian tersebut. Dengan demikian, remaja masih dapat menggunakan fitur komunikasi setelah batas waktu untuk melihat konten tercapai.

Meta juga akan membisukan notifikasi bagi pengguna remaja mulai pukul 00.00 hingga 06.00. Pada hari sekolah, notifikasi akan dinonaktifkan dari pukul 08.00 sampai 15.00.

Jumlah tanda suka pada unggahan dan konten juga akan disembunyikan sepenuhnya dari pengguna remaja. Perubahan ini dapat mengurangi tekanan sosial yang muncul ketika popularitas suatu unggahan diukur berdasarkan jumlah respons dari pengguna lain.

Sebagian besar fitur baru tersebut akan dijadikan pengaturan bawaan atau disediakan sebagai pilihan bagi remaja dalam waktu enam bulan. Sementara itu, sistem untuk mendeteksi apakah suatu akun sebenarnya digunakan oleh anak-anak diperkirakan membutuhkan waktu hingga satu tahun untuk diterapkan.

Mengapa Pengaturan Bawaan Sangat Penting?

Keputusan menjadikan perlindungan sebagai pengaturan bawaan merupakan bagian penting dari kesepakatan. Pengguna umumnya cenderung mempertahankan pengaturan awal yang disediakan aplikasi, terutama jika perubahan memerlukan beberapa tahapan.

Dalam ilmu perilaku, kecenderungan ini dikenal sebagai default effect. Pilihan yang telah ditetapkan sejak awal memiliki kemungkinan lebih besar untuk dipertahankan karena pengguna tidak perlu mengambil tindakan tambahan.

Karena itu, alat keselamatan yang hanya tersedia sebagai pilihan belum tentu digunakan secara luas. Remaja mungkin tidak mengetahui keberadaan fitur tersebut, sedangkan orang tua dapat merasa kewalahan oleh banyaknya menu pengawasan.

Pembatasan notifikasi pada malam hari juga memiliki dasar yang relevan dengan kesehatan. Pemberitahuan dari aplikasi dapat mendorong pengguna terus memeriksa ponsel, termasuk ketika seharusnya beristirahat. Tidur yang terganggu secara berulang dapat memengaruhi konsentrasi, suasana hati, dan aktivitas belajar remaja.

Berita Terkait