Otomotif . 27/08/2026, 12:38 WIB
fin.co.id - China melarang penggunaan gagang pintu tersembunyi yang hanya mengandalkan sistem elektronik pada mobil baru mulai 1 Januari 2027. Kebijakan ini menjadi sorotan setelah Tesla menarik kembali hampir 3 juta kendaraan di China, sebagai bagian dari penarikan lebih dari 4 juta mobil dari sejumlah merek.
Aturan tersebut tidak hanya menyasar Tesla. Mobil listrik dan hibrida dari Xiaomi, XPeng, Geely, Leapmotor, serta beberapa produsen lain juga terdampak kebijakan recall. Namun, Tesla menjadi merek dengan jumlah kendaraan terbanyak dalam penarikan tersebut karena desain gagang pintu rata bodi mobil telah lama menjadi ciri khas produknya.
Alasan utama China melarang gagang pintu tersembunyi adalah keselamatan saat kecelakaan. Gagang jenis ini biasanya berada rata dengan panel bodi kendaraan dan keluar secara otomatis ketika pengemudi atau penumpang mendekat, menekan tombol, atau menariknya.
Desain tersebut memang memberi tampilan minimalis dan modern. Permukaan bodi yang lebih rata juga dapat membantu mengurangi hambatan udara ketika mobil melaju. Pada kendaraan listrik, pengurangan hambatan udara berpotensi mendukung efisiensi energi dan jarak tempuh.
Masalah muncul ketika mobil mengalami kecelakaan berat, terutama jika benturan merusak sistem kelistrikan tegangan rendah. Dalam situasi seperti itu, gagang pintu elektronik dapat tidak bekerja sebagaimana mestinya. Penumpang berisiko kesulitan membuka pintu untuk keluar, sedangkan petugas penyelamat atau warga di luar kendaraan dapat terhambat untuk masuk.
Badan Administrasi Regulasi Pasar China atau SAMR menyatakan gagang pelepas darurat pada sebagian kendaraan yang ditarik Tesla sulit dikenali karena warnanya menyerupai trim interior. Dalam keadaan panik, gelap, penuh asap, atau ketika penumpang mengalami cedera, mekanisme yang tidak jelas dapat memperlambat proses evakuasi.
Seorang pengajar teknik dari National University of Singapore, Lim Hong Wee, menilai akses ke kendaraan saat keadaan darurat tidak semestinya bergantung sepenuhnya pada perangkat lunak. Pendapat itu menegaskan prinsip penting dalam rekayasa keselamatan: sistem cadangan mekanis tetap dibutuhkan ketika komponen elektronik mengalami kegagalan.
Tesla menarik sekitar 2,98 juta mobil listrik buatan China dan impor, termasuk Model 3, Model Y, Model S, serta Model X. Recall ini berkaitan dengan risiko pintu yang sulit dibuka ketika pasokan listrik kendaraan terganggu setelah kecelakaan.
Sebagian perbaikan dilakukan melalui pembaruan perangkat lunak jarak jauh atau over-the-air. Pembaruan tersebut dirancang untuk membantu menurunkan kaca jendela secara otomatis dalam kondisi tertentu setelah benturan. Tesla juga akan menambahkan penanda atau petunjuk agar mekanisme pelepas darurat di bagian dalam pintu lebih mudah ditemukan.
Langkah itu dapat mengurangi risiko, tetapi tidak sepenuhnya menggantikan fungsi pelepas mekanis yang intuitif. Label kecil di dalam kabin dapat tidak terbaca ketika penumpang sedang panik atau kondisi kendaraan telah dipenuhi asap.
Penarikan ini juga memperlihatkan bahwa fitur canggih pada mobil tidak selalu berarti lebih aman dalam setiap situasi. Sistem elektronik sangat bermanfaat untuk kenyamanan, otomatisasi, dan efisiensi. Namun, kendaraan tetap harus bisa diakses secara cepat ketika teknologi utama gagal bekerja.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id