Sport

Duet Hamilton-Leclerc Mulai Panas, Strategi Ferrari Jadi Pemicu

Duet Lewis Hamilton dan Charles Leclerc di Ferrari mulai menghadapi ujian serius setelah strategi tim pada Formula 1 GP Belanda di Zandvoort memicu frustrasi

Duet Hamilton-Leclerc Mulai Panas, Strategi Ferrari Jadi Pemicu
Lewis Hamilton, Image: @lewishamilton / Instagram

Menurut Buxton, sebuah tim tidak selalu dapat membuat kedua pembalapnya puas dalam setiap situasi. Pada kondisi tertentu, keputusan harus dibuat untuk menguntungkan salah satu pembalap demi mendapatkan hasil terbaik bagi tim.

Leclerc Juga Tidak Puas

Menariknya, Hamilton bukan satu-satunya pembalap Ferrari yang mempertanyakan strategi tim di Zandvoort.

Leclerc juga menunjukkan ketidakpuasan terhadap sejumlah keputusan Ferrari selama balapan.

Ferrari berada dalam posisi sulit karena kedua pembalap menjalankan strategi yang berbeda. Ketika Hamilton mulai mendekati Leclerc dengan ban yang lebih menguntungkan, tim harus menentukan apakah posisi keduanya perlu ditukar atau apakah Leclerc harus masuk pit.

Ferrari akhirnya memilih memanggil Leclerc ke pit, tetapi keputusan tersebut tidak langsung dilakukan.

Keraguan beberapa saat itulah yang kemudian menjadi sorotan.

Hamilton menilai waktu yang terbuang di belakang Leclerc dapat digunakan untuk mengejar pembalap di depan. Sementara itu, Leclerc juga merasa strategi pit yang diterapkan kepadanya tidak memberikan peluang terbaik untuk menyerang rival.

Pada akhirnya, kedua Ferrari gagal mencapai podium.

Hamilton menyelesaikan balapan di posisi keempat, sedangkan Leclerc finis kelima.

Hasil itu menjadi semakin terasa mengecewakan karena kecepatan mobil Ferrari sebenarnya dinilai cukup kompetitif untuk bertarung memperebutkan posisi tiga besar.

Ferrari Harus Mengelola Dua Pembalap Nomor Satu

Situasi Hamilton dan Leclerc mengingatkan pada salah satu persoalan klasik dalam Formula 1, yakni ketika sebuah tim memiliki dua pembalap yang sama-sama mampu menjadi pemimpin.

Secara teknis, keberadaan dua pembalap kuat memberikan keuntungan besar.

Tim memiliki peluang mengumpulkan lebih banyak poin, sementara kedua pembalap dapat saling mendorong untuk meningkatkan performa.

Berita Terkait