Internasional

Perang Dagang Memanas, Kanada Kenakan Tarif 50 Persen pada Produk AS

Kanada mengumumkan tarif balasan hingga 50 persen terhadap sejumlah produk asal Amerika Serikat, menandai babak baru ketegangan perdagangan antara dua negara

Perang Dagang Memanas, Kanada Kenakan Tarif 50 Persen pada Produk AS
Tarif Kanada, Ilustrasi: DALL·E 3

Namun, pemerintah AS menuding Kanada mengajukan tuntutan yang dinilai tidak masuk akal serta menolak sejumlah tawaran yang diberikan Washington.

Presiden AS Donald Trump juga melontarkan kritik keras terhadap Kanada melalui Truth Social. Ia menuding Kanada selama bertahun-tahun memperoleh keuntungan yang tidak seimbang dalam hubungan perdagangan dengan Amerika Serikat.

Trump bahkan mengancam menaikkan tarif terhadap kendaraan asal Kanada menjadi 50 persen mulai 1 Januari.

Perdana Menteri Kanada Mark Carney membalas dengan menuding Trump ingin menghancurkan sejumlah industri penting Kanada, termasuk industri otomotif, baja, dan aluminium.

Meskipun retorika politik antara kedua pihak semakin keras, sejumlah pejabat tetap membuka kemungkinan dilanjutkannya pembicaraan untuk mencapai kesepakatan perdagangan.

Perdana Menteri Ontario Doug Ford, misalnya, mengatakan dirinya tetap menginginkan kesepakatan yang baik bagi masyarakat Amerika Serikat maupun Kanada meskipun sebelumnya sempat melontarkan kritik keras terhadap Trump.

Dampak Bisa Menjalar ke Bisnis dan Konsumen

Perang tarif antara Kanada dan Amerika Serikat berpotensi menciptakan dampak yang lebih luas karena hubungan ekonomi kedua negara selama ini sangat terintegrasi.

Banyak rantai pasokan industri dibangun selama puluhan tahun dengan komponen atau bahan baku yang bergerak bolak-balik melintasi perbatasan kedua negara.

Ketika barang dikenai tarif pada setiap tahap perdagangan, biaya yang harus ditanggung perusahaan dapat meningkat. Sebagian perusahaan dapat menyerap kenaikan biaya tersebut, tetapi sebagian lainnya berpotensi meneruskannya melalui kenaikan harga kepada konsumen.

Kondisi ini menjelaskan mengapa perang tarif tidak hanya berdampak terhadap perusahaan eksportir. Industri yang bergantung pada bahan baku impor, perusahaan distribusi, pengecer, hingga konsumen akhir juga dapat terkena dampaknya.

Perusahaan dapat mencoba mencari pemasok dari negara lain untuk menghindari tarif, tetapi perubahan rantai pasokan membutuhkan waktu dan dalam beberapa kasus dapat meningkatkan biaya produksi.

Sejumlah pelaku usaha Kanada karena itu mulai mengkhawatirkan konsekuensi apabila perselisihan dengan Amerika Serikat berlangsung dalam waktu panjang.

Amerika Serikat merupakan mitra perdagangan terbesar Kanada, sedangkan kedua negara memiliki jaringan perdagangan yang sangat erat terutama dalam industri otomotif, energi, pertanian, logam, dan manufaktur.

Masa Depan Perdagangan Amerika Utara Ikut Dipertanyakan

Berita Terkait