Internasional

China Tolak Sanksi Baru AS terhadap Iran, Siap Lindungi Kepentingannya

China menolak perluasan sanksi ekonomi terbaru Amerika Serikat terhadap Iran yang juga berpotensi mengenai negara, perusahaan, dan lembaga keuangan yang

China Tolak Sanksi Baru AS terhadap Iran, Siap Lindungi Kepentingannya
Sanksi AS, Ilustrasi: DALL·E 3

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan tujuan Washington adalah memutus jalur ekonomi yang dianggap menopang pemerintah Iran.

Amerika Serikat juga memperluas risiko sanksi sekunder terhadap pihak asing yang terus melakukan aktivitas bisnis tertentu dengan Iran.

Menurut Departemen Keuangan AS, pemerintah Amerika akan berkomunikasi dengan negara-negara lain dan memberikan batas waktu untuk menghentikan sejumlah aktivitas terkait Iran yang telah diidentifikasi Washington.

Jika permintaan tersebut tidak dijalankan, pemerintah AS menyatakan dapat mengambil tindakan.

Entitas yang dianggap membantu pencucian uang atau penghindaran sanksi untuk kepentingan Iran juga berisiko kehilangan akses terhadap sistem keuangan Amerika Serikat.

Hampir 60 Entitas, Individu, dan Kapal Dijatuhi Sanksi

Operation Economic Outcast tidak hanya berupa ancaman sanksi pada masa mendatang.

Office of Foreign Assets Control atau OFAC menjatuhkan sanksi terhadap hampir 60 entitas, individu, dan kapal di sejumlah yurisdiksi.

Sasaran tersebut dikaitkan pemerintah AS dengan berbagai aktivitas, termasuk pengadaan teknologi nuklir dan rudal, operasi siber, serta jaringan yang menghasilkan pendapatan dari minyak Iran.

Departemen Keuangan AS juga memperluas kategori aktivitas terkait Iran yang dapat terkena sanksi sekunder. Lima sektor yang menjadi perhatian meliputi aset digital, teknologi, emas, penerbangan, dan pelayaran.

Sejumlah jaringan yang disebut pemerintah AS beroperasi di China dan Hong Kong turut masuk dalam tindakan terbaru tersebut.

Washington antara lain menyoroti jaringan perusahaan, broker, dan kapal yang beroperasi di beberapa wilayah, termasuk Uni Emirat Arab, Hong Kong, China, Singapura, Swiss, dan sejumlah wilayah Eropa.

Departemen Keuangan AS menuduh jaringan itu digunakan untuk mengangkut minyak Iran serta menyalurkan pendapatan kepada unsur pemerintah dan Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC.

Washington Perluas Tekanan terhadap Mitra Iran

Salah satu bagian penting dari strategi terbaru AS adalah perluasan ancaman kepada pihak di luar Iran.

Berita Terkait