QRIS TAP dan QRIS Biasa Apa Bedanya? Ini yang Perlu Diketahui Pengguna
Pembayaran menggunakan QRIS sudah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari masyarakat Indonesia. Mulai dari warung kecil, restoran, pusat perbelanjaan, hingga
QRIS sendiri memiliki beberapa model transaksi. Salah satu yang paling banyak ditemukan adalah Merchant Presented Mode atau MPM, yaitu merchant menampilkan kode QR yang kemudian dipindai pengguna.
Selain itu terdapat Consumer Presented Mode atau CPM. Pada mekanisme ini, pengguna menampilkan kode QR dari aplikasi pembayaran dan kode tersebut dipindai oleh perangkat milik merchant.
Karena itu, istilah "QRIS biasa" sebenarnya mencakup beberapa mekanisme pembayaran berbasis kode QR, bukan hanya pengguna memindai kode yang ditempelkan di meja kasir.
Perbedaan QRIS TAP dan QRIS Biasa
Perbedaan pertama adalah cara perangkat berkomunikasi.
QRIS biasa menggunakan kode QR sebagai media pembawa informasi transaksi. Kamera atau scanner diperlukan untuk membaca kode tersebut.
Sementara itu, QRIS TAP menggunakan komunikasi NFC. Informasi pembayaran dikirim ketika smartphone ditempatkan sangat dekat dengan terminal pembayaran.
NFC Forum menjelaskan bahwa NFC merupakan teknologi komunikasi nirkabel jarak sangat dekat yang beroperasi pada frekuensi 13,56 MHz. Teknologi ini memang dirancang untuk interaksi cepat seperti pembayaran contactless, transportasi, akses digital, dan berbagai penggunaan berbasis tap.
Perbedaan berikutnya berkaitan dengan perangkat.
QRIS berbasis kode QR relatif lebih mudah digunakan karena hampir semua smartphone modern memiliki kamera.
Sebaliknya, untuk menggunakan QRIS TAP, smartphone pengguna harus memiliki NFC dan aplikasi pembayaran yang digunakan juga harus sudah mendukung layanan tersebut.
Baca Juga
Merchant juga harus memiliki terminal atau perangkat penerima yang kompatibel dengan NFC dan QRIS TAP. Artinya, pengguna tidak otomatis dapat melakukan pembayaran QRIS TAP di setiap merchant yang memiliki stiker QRIS.
QRIS TAP Bisa Lebih Cepat untuk Transaksi Massal
Salah satu alasan QRIS TAP dikembangkan adalah kebutuhan transaksi yang harus berlangsung cepat.
Bayangkan antrean penumpang di gerbang transportasi umum. Jika setiap penumpang harus membuka kamera, mengarahkan smartphone ke kode QR, menunggu kamera membaca kode, kemudian melanjutkan transaksi, waktu yang dibutuhkan dapat menjadi lebih lama.