Utang AS Tembus US$40 Triliun, Upaya Treasury Belum Redakan Kekhawatiran Investor
Utang nasional Amerika Serikat telah menembus US$40 triliun untuk pertama kalinya. Rekor tersebut tercapai ketika pasar obligasi pemerintah Amerika sedang
Karena itu, persoalan fiskal Amerika pada akhirnya bergantung pada hubungan antara penerimaan pemerintah, pengeluaran, pertumbuhan ekonomi, dan biaya bunga.
CBO memperkirakan defisit Amerika akan tetap besar dalam satu dekade mendatang. Proyeksi tersebut menunjukkan bahwa tantangan fiskal tidak hanya berkaitan dengan kondisi pasar obligasi dalam beberapa hari terakhir, tetapi juga dengan struktur anggaran pemerintah dalam jangka panjang.
Investor Belum Berarti Meninggalkan Treasury
Ada perbedaan penting antara "investor khawatir" dan "investor kehilangan kepercayaan".
Data yang tersedia mendukung pernyataan pertama, tetapi tidak cukup untuk menyatakan yang kedua.
Reuters melaporkan bahwa pasar obligasi masih menghadapi tekanan dan investor meminta imbal hasil lebih tinggi pada surat utang jangka panjang. Namun, hal tersebut tidak berarti pasar Treasury berhenti berfungsi atau tidak ada lagi permintaan terhadap surat utang pemerintah Amerika.
Karena itu, istilah yang paling tepat adalah kekhawatiran investor masih ada.
Kekhawatiran tersebut terutama berkaitan dengan besarnya kebutuhan pembiayaan pemerintah, prospek inflasi, tingkat yield jangka panjang, serta arah kebijakan fiskal dan moneter.
Buyback Juga Menimbulkan Perdebatan di Pasar
Langkah Treasury untuk memperbesar buyback mendapat perhatian bukan hanya karena dampaknya terhadap pasar obligasi.
Reuters melaporkan bahwa sebagian investor khawatir upaya menjaga yield jangka panjang agar tidak meningkat terlalu jauh dapat memberikan tekanan ke pasar valuta asing.
Kekhawatiran tersebut berkaitan dengan kemungkinan penyesuaian harga yang lebih besar melalui dolar apabila tekanan pada pasar obligasi tidak sepenuhnya tercermin dalam yield. Reuters juga melaporkan penguatan harga emas dan bitcoin setelah pengumuman Treasury.
Baca Juga
Namun, hal tersebut merupakan pandangan dan kekhawatiran yang muncul di kalangan investor, bukan bukti bahwa kebijakan Treasury pasti akan menyebabkan dolar melemah.
Karena itu, perkembangan nilai tukar harus dipisahkan dari fakta mengenai program buyback itu sendiri.