Internasional . 23/08/2026, 07:38 WIB

Perdana Menteri Kanada Kecam Tarif Trump, Siap Balas Dollar-for-Dollar

Penulis : Makruf
Editor : Makruf

fin.co.id - Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengecam tarif baru Amerika Serikat setelah perundingan dagang kedua negara gagal mencapai kesepakatan. Kanada menyatakan akan membalas tarif tersebut dengan kebijakan dollar-for-dollar mulai 8 September 2026.

Carney menyebut keputusan terbaru Amerika Serikat sebagai sebuah salah perhitungan. Ia juga menilai kebijakan tersebut dirancang untuk merugikan dan memecah Kanada.

Kegagalan perundingan membuat hubungan dagang kedua negara kembali memanas. Kanada dan Amerika Serikat selama ini memiliki hubungan perdagangan yang sangat terintegrasi, sehingga perselisihan tarif dapat berdampak terhadap perusahaan, pekerja dan konsumen di kedua negara.

Perundingan Dagang Kanada dan AS Gagal

Kanada dan Amerika Serikat sebelumnya berusaha mencapai kesepakatan untuk meredakan perselisihan perdagangan yang telah berlangsung selama lebih dari satu tahun.

Pembicaraan tersebut sempat menunjukkan perkembangan positif dalam beberapa hari terakhir. Namun, perundingan akhirnya gagal pada Jumat malam setelah kedua pihak saling menuduh melakukan perubahan pada tahap akhir.

Carney mengatakan Amerika Serikat meminta terlalu banyak sementara memberikan terlalu sedikit sebagai imbalan. Menurutnya, sejumlah persyaratan yang diajukan Washington tidak dapat diterima Kanada.

Pihak Amerika Serikat memiliki pandangan berbeda. Perwakilan perdagangan AS menuduh Kanada mengajukan tuntutan baru dan menarik kembali sejumlah kesepakatan yang sebelumnya telah dicapai.

Kedua pihak akhirnya gagal menemukan titik temu.

AS Berlakukan Tarif Baru hingga 50 Persen

Setelah perundingan runtuh, Amerika Serikat memberlakukan tarif baru hingga 50 persen terhadap sejumlah barang dari Kanada.

Namun, tarif tersebut tidak berlaku untuk seluruh produk Kanada yang masuk ke Amerika Serikat. Nilai barang yang terkena kebijakan baru tersebut diperkirakan sekitar 20 miliar dolar AS atau sekitar 5 persen dari keseluruhan impor Kanada ke AS.

Produk yang terdampak antara lain anggur, produk susu, semen, pakaian dan perlengkapan hoki.

Tarif baru tersebut juga menambah sejumlah bea masuk yang sebelumnya telah diberlakukan Amerika Serikat terhadap produk Kanada, termasuk baja, aluminium, kendaraan dan kayu.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id