Ayah Tinggalkan Anak 7 Tahun Sendirian di Gunung Fuji, Lanjut Mendaki Bersama sang Kakak
Seorang ayah di Jepang mendapat teguran dari polisi setelah meninggalkan putranya yang baru berusia 7 tahun sendirian di Gunung Fuji selama berjam-jam. Sang
"Meski harus membatalkan pendakian bersama, meninggalkan seorang anak tetap tidak dapat diterima," demikian teguran petugas seperti dikutip BBC melalui laporan media Jepang.
Sang ayah kemudian disebut meminta maaf dan mengakui bahwa keputusannya merupakan tindakan gegabah.
Gunung Fuji Bukan Lokasi Aman untuk Meninggalkan Anak Sendirian
Gunung Fuji merupakan gunung tertinggi di Jepang dengan ketinggian mencapai 3.776 meter. Gunung tersebut berada di sebelah barat daya Tokyo dan merupakan salah satu tujuan pendakian paling populer di Jepang.
Keluarga tersebut menggunakan jalur Fujinomiya yang dimulai dari stasiun kelima. Area tersebut dapat diakses menggunakan transportasi umum dan menjadi salah satu titik awal pendakian menuju puncak.
Menurut panduan pendakian, perjalanan dari stasiun kelima menuju puncak dapat membutuhkan sekitar lima jam. Perjalanan turun dari puncak juga membutuhkan sekitar tiga jam.
Artinya, pendakian Gunung Fuji bukan aktivitas singkat yang dapat dilakukan tanpa mempertimbangkan kondisi fisik setiap anggota keluarga.
Bagi anak berusia 7 tahun, kelelahan juga dapat berkembang lebih cepat ketika harus berjalan dalam waktu lama di ketinggian. Kondisi cuaca yang berubah dengan cepat semakin meningkatkan risiko apabila seorang anak berada sendirian tanpa pendamping.
Risiko Pendakian Gunung Fuji
Kasus anak berusia 7 tahun tersebut bukan satu-satunya insiden yang terjadi di Gunung Fuji dalam beberapa tahun terakhir.
Pada Juli 2026, seorang perempuan berusia 99 tahun harus dievakuasi setelah mengalami cedera pada pinggul dan punggung ketika mencoba mendaki Gunung Fuji.
Sementara itu, pada tahun sebelumnya, seorang mahasiswa berusia 27 tahun juga harus diselamatkan dua kali dalam kurun waktu empat hari. Ia sempat kembali ke kawasan gunung untuk mencari telepon genggamnya yang hilang.
Baca Juga
Berbagai kejadian tersebut menunjukkan bahwa popularitas Gunung Fuji tidak menghilangkan risiko yang melekat pada aktivitas pendakian.
Gunung tersebut memang memiliki jalur resmi, fasilitas pendakian, pondok gunung, serta aturan untuk mengendalikan jumlah pendaki. Namun, kondisi alam tetap dapat berubah dan kemampuan fisik setiap pendaki berbeda.