Aksi Brutal dengan Pedang Tewaskan Siswi 17 Tahun, 3 Lainnya Terluka
Seorang siswi berusia 17 tahun tewas dalam penyerangan menggunakan pedang di sebuah sekolah di Fagersta, Swedia. Tiga orang lainnya terluka dalam kejadian
Dengan demikian, total korban dalam kejadian tersebut adalah satu orang meninggal dan tiga orang terluka. Data ini juga dikonfirmasi oleh Associated Press dan Reuters.
Perdana Menteri Swedia Datangi Lokasi
Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson dan pemimpin oposisi Magdalena Andersson mendatangi sekolah tersebut pada Sabtu pagi.
Bunga dan penghormatan diletakkan di lokasi sebagai bentuk belasungkawa bagi korban. Kunjungan kedua tokoh politik tersebut berlangsung ketika masyarakat Fagersta masih berduka setelah kejadian sehari sebelumnya.
Kristersson sebelumnya menyebut kejadian tersebut sebagai insiden serius. Ia mengatakan polisi bekerja secara intensif untuk mengetahui apa yang melatarbelakangi tindakan tersebut.
Raja Swedia Carl XVI Gustaf juga menyampaikan kesedihan setelah menerima kabar mengenai penyerangan.
Motif Masih Diselidiki
Polisi masih menyelidiki motif penyerangan dan latar belakang tersangka.
Reuters melaporkan penyidik juga tengah memeriksa kemungkinan keterkaitan tersangka dengan komunitas daring yang mempromosikan kekerasan di sekolah. Namun, penyelidikan tersebut masih berlangsung dan belum menjadi kesimpulan mengenai motif penyerangan.
Penyidik juga terus mengumpulkan keterangan dari saksi serta memeriksa berbagai bukti yang ditemukan selama penyelidikan.
Penutup
Penyerangan di Brinell School menewaskan seorang siswi berusia 17 tahun dan melukai tiga orang lainnya. Dua korban mengalami luka serius, sedangkan satu korban mengalami luka ringan.
Tersangka berusia 18 tahun telah ditangkap dan kasusnya diselidiki sebagai pembunuhan serta percobaan pembunuhan. Polisi masih berupaya mengungkap motif di balik penyerangan yang terjadi tidak lama setelah para siswa kembali ke sekolah usai libur musim panas.
Baca Juga
Referensi:
BBC News, Swedish sword attack victim was 17-year-old girl, police say