Catatan Dahlan Iskan . 20/08/2026, 05:48 WIB
Secara teori, cara pemilihan seperti itu sangat bagus. Bisa menghindarkan politik uang. Tapi tidak sepenuhnya begitu. Belakangan ini syuriah di daerah-daerah dikumpulkan oleh kekuatan tertentu: diarahkan untuk memilih siapa. Lalu ditinggali amplop –yang penting isi amplop itu.
Bahkan dari rekaman pembicaraan telepon yang sampai ke saya terdengar ''mainnya'' agak kasar. Blangko pencalonan yang sudah diisi nama calon dibagikan. Untuk dimintakan tanda tangan. Lalu ada kesulitan: mereka tidak membawa stempel. Malam itu juga dibikinkan stempel.
Semuanya dibuat tiga rangkap. Rangkap yang akan diserahkan ke panitia sudah dikumpulkan di satu orang tim sukses.
Tentu yang seperti itu belum tentu bisa terlaksana di lapangan. Apa lagi kalau tiba-tiba ada serangan fajar yang peluru amplopnya lebih tebal.
Muktamar NU tinggal seminggu lagi. Para pemain dan broker sedang sibuk-sibuknya. Ini NU. Bukan Muhammadiyah. (Dahlan Iskan)
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id