Ragam . 20/08/2026, 18:51 WIB

Beri Motivasi 2.500 Wisudawan Universitas Tadulako, Mentan Amran: Sukses Harus Kamu Rebut

Penulis : FIN
Editor : FIN

fin.co.id Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman membakar semangat sekitar 2.500 wisudawan Universitas Tadulako (Untad), Palu, Sulawesi Tengah, untuk berani menghadapi tantangan setelah meninggalkan bangku kuliah. Menurutnya, gelar sarjana bukanlah akhir perjuangan, melainkan awal untuk membuktikan kemampuan, menciptakan peluang, dan menentukan masa depan sendiri.

“Sukses harus kamu rebut. Tidak ada jalan lain. Kalau mau sukses, harus berjuang,” kata Mentan Amran di hadapan para wisudawan Untad, Kamis (20/8).

Pesan tersebut disampaikan Mentan Amran dengan menceritakan perjalanan hidupnya selepas kuliah. Ia mengenang masa ketika berangkat mencari jalan hidup dengan keterbatasan ekonomi. Saat tiba di Jakarta, uang yang dimilikinya hanya tersisa sekitar Rp300 ribu sehingga ia memilih tidur di masjid untuk bertahan hidup.

Pengalaman itu, menurut Mentan Amran, membentuk keyakinannya bahwa keterbatasan tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti. Ia meminta para lulusan Untad tidak hanya menggantungkan masa depan pada lowongan pekerjaan, tetapi berani menjadi pengusaha, petani modern, peneliti, maupun menciptakan lapangan kerja bagi orang lain.

“Kalau mau sukses, anak-anakku, dapat tekanan. Tekanan pertama adalah jangan minta uang. Tekanan kedua jangan minta warisan. Tekanan ketiga, jangan mendaftar-mendaftar. Ciptakan lapangan kerja,” tegasnya.

Mentan Amran menekankan bahwa dunia setelah kampus membutuhkan daya tahan yang jauh lebih besar dibandingkan sekadar kemampuan akademik. Kegagalan, kerugian, penolakan, bahkan kritik harus dipandang sebagai bagian dari proses membentuk mental seorang petarung.

“Guru terbaik adalah yang menghinamu, yang mencaci maki kamu, yang memfitnah kamu. Itulah guru terbaik, karena dia latih kita untuk menjadi petarung,” ujarnya.

Menurut Mentan Amran, prinsip yang sama berlaku dalam membangun usaha. Ia mengibaratkan perjuangan merintis bisnis seperti mengebor sumber air. Pada tahap awal yang keluar mungkin hanya lumpur, tetapi mereka yang memiliki ketahanan untuk terus menggali akan menemukan air jernih.

“Yang dibutuhkan adalah endurance, ketahanan kita. Kalau bisnis itu sama dengan bor air. Kalau masih muda itu lumpur keluar. Tapi setelah tembus, ada air jernih yang memancar sepanjang masa. Itulah bisnis. Pada saat mau tembus, di situ orang menyerah,” katanya.

Semangat kewirausahaan itu mendapat respons langsung dari wisudawan dan mahasiswa. Seorang lulusan menyampaikan ketertarikannya mengembangkan usaha pertanian dari sektor hulu hingga hilir, namun menghadapi keterbatasan modal, lahan, dan alat pertanian. Pertanyaan tersebut sekaligus menggambarkan keinginan generasi muda untuk tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi menciptakan lapangan kerja sendiri.

Salah satu mahasiswa Fakultas Pertanian menyampaikan kebutuhan sarana untuk penelitian pada lahan sekitar dua hektare. Mendengar hal itu, Mentan Amran langsung memberikan dukungan berupa sumur bor dan hand tractor. Ia juga membuka dukungan benih dan bibit agar lahan tersebut dapat digunakan secara produktif untuk penelitian dan praktik mahasiswa.

“Kasih pompa sumur bor untuk pertanian. Kerjakan, jangan main-main. Setelah itu tanam jagung dan mulai penelitian di situ. Kasih hand tractor satu. Kalau mau benih boleh, mau bibit boleh. Tapi bor airnya dulu supaya lahannya bisa terus ditanami dan digunakan untuk praktik,” ujar Mentan Amran.

Perhatian khusus juga diberikan kepada kelompok anak muda yang telah memilih terjun langsung ke sektor pertanian. Dalam dialog tersebut, alumni Untad yang tergabung dalam Brigade Pangan menyampaikan telah mengelola lahan ratusan hektare bersama sekitar 15 orang anggota, namun masih menyewa alat mesin pertanian karena keterbatasan modal.

Melihat keberanian tersebut, Mentan Amran langsung memberikan dukungan satu unit combine harvester dan satu unit traktor roda empat. Namun, ia meminta tim Kementan terlebih dahulu memastikan kelompok tersebut benar-benar aktif dan bantuan digunakan secara produktif.

“Saya senang anak muda begini. Kamu jangan lagi mendapatkan pekerjaan. Kamu harus jadi orang kaya,” kata Mentan Amran.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id