Catatan Dahlan Iskan . 19/08/2026, 05:41 WIB
Nilai beli yang kemahalan 30 persen di transaksi Serangan Fajar sudah tertutupi oleh kenaikan harga saham.
Tahun berikutnya aksi lanjutan mampu dilakukan terhadap Golden Hope dan Sime Darby. Tiga perusahaan itu kemudian dijadikan satu holding yang sekarang dikenal dengan nama SD Guthrie Berhad.
Sejak Serangan Fajar itu berakhirlah penjajahan Inggris di Malaysia dalam arti yang sebenarnya: secara politik dan ekonomi. Lima tahun kemudian Guthrie keluar dari bursa saham London. Guthrie pindah ke pasar saham Kuala Lumpur.
Yang menarik, transaksi itu tidak mengguncangkan ekonomi Malaysia. Kenapa? Karena tidak terjadi nasionalisasi secara paksa. Tidak ada perampasan hak. Tidak ada rasa anti-Barat. Tidak pula anti kapitalisme. Transaksi itu dilakukan lewat bursa saham.
Inggris memang sangat terpukul dan heboh: perusahaan yang didirikan tahun 1821 itu jadi perusahaan bekas jajahannya. Tapi Inggris kemudian mengesahkan transaksi itu: fair, wajar, dan legal!
Itu berbeda dengan yang dilakukan Indonesia di tahun 1950-an: perusahaan Belanda dinasionalisasi begitu saja. Perusahaan-perusahaan Belanda itu lantas jadi perusahaan BUMN yang salah urus. Penuh korupsi. Memakan banyak uang negara.
Jelaslah bahwa yang dilakukan Mahathir di tahun 1981 itu sangat profesional. Yang ditunjuk sebagai operator Serangan Fajar pun orang yang sangat profesional meski Tun Ismail masih iparnya sendiri.
Tun Ismail lulusan Cambridge, London. Ia tinggal lama di London karena tidak bisa pulang: dunia sedang terlibat perang dunia. Maka Tun Ismail mengerti benar budaya pasar modal di sana.
Sekarang SD Guthrie Berhad tetap menjadi perusahaan BUMN Malaysia yang ukurannya raksasa. Perkebunan sawit dan karetnya diperluas sampai Sabah, Serawak, dan Indonesia.
Tun Ismail sudah lama meninggal akibat serangan flu di usianya yang 79 tahun. Ia tidak tahu apakah Haji Isam berperan seperti dirinya di tahun 1981. Atau Haji Isam adalah Haji Isam sebagai pribadi dalam membeli 62 persen saham Low Tock Kwong di Bayan dengan harga Rp 300 triliun itu. (Dahlan Iskan)
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id