Ekonomi

GIFA dan METEC Indonesia 2026 Menghubungkan Rantai Nilai Logam Indonesia

Kebutuhan logam indonesia terhadap teknologi dan kemitraan untuk memperkuat rantai nilai industri semakin penting.

GIFA dan METEC Indonesia 2026 Menghubungkan Rantai Nilai Logam Indonesia
Diselenggarakan oleh Messe Düsseldorf Asia bersama PT Pamerindo Indonesia, bagian dari Informa Markets, GIFA dan METEC Indonesia memasuki edisi ketiganya pada 9–12 September 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo). Foto (Istimewa).

Menggunakan Momentum Investasi Menjadi Eksekusi Industri

Merujuk pada agenda hilirisasi Indonesia yang semakin tercermin dalam realisasi investasi, perkembangan subsektor logam

dasar, barang logam, mesin, dan peralatan mencatat investasi sebesar US$8,44

miliar, atau 14,9% dari total investasi nasional pada semester satu 2026. Pada

kuartal kedua, investasi hilirisasi bauksit mencapai US$2,25 miliar, lebih

tinggi dibandingkan US$1,65 miliar pada hilirisasi nikel dan mengalami

peningkatan 193%.

Diperkuat oleh kebijakan larangan ekspor bauksit sejak 2023 dan agenda Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, terjadi peningkatan investasi dan kapasitas produksi, kebutuhan terhadap teknologi proses, keahlian rekayasa, infrastruktur, sistem mutu, dan kemampuan manufaktur hilir.

“Industri pengerjaan logam dan permesinan

Indonesia membutuhkan akses terhadap teknologi pemrosesan canggih, keahlian

teknis, serta kemitraan internasional seiring dengan berkembangnya kapasitas manufaktur domestik,” ujar Dadang Asikin, Ketua GAMMA (Gabungan Industri

Pengerjaan Logam dan Mesin Indonesia).

“Kami memandang GIFA dan METEC

Indonesia sebagai pelengkap agenda hilirisasi Indonesia.”

Aluminium Pavilion Memperkuat Rantai Nilai Industri Aluminium

Berita Terkait