Internasional . 18/08/2026, 04:34 WIB
Semakin banyak AC digunakan secara bersamaan, semakin besar pula beban yang harus ditanggung jaringan listrik, terutama ketika suhu sedang sangat tinggi dan masyarakat menyalakan pendingin ruangan hampir sepanjang hari.
Hubungan antara suhu dan penggunaan listrik menjadi persoalan penting.
Ketika suhu meningkat, kebutuhan AC biasanya ikut meningkat. Masalahnya, kondisi tersebut dapat terjadi pada waktu yang sama di wilayah yang sangat luas.
Bayangkan sebuah kota sedang mengalami gelombang panas. Ribuan atau bahkan jutaan rumah menyalakan AC secara bersamaan. Perkantoran, pusat perbelanjaan, hotel, rumah sakit, dan fasilitas publik juga meningkatkan penggunaan sistem pendingin.
Beban listrik pun melonjak.
Situasi seperti ini membuat sistem kelistrikan harus memiliki kapasitas pembangkit dan jaringan yang cukup untuk menghadapi permintaan puncak.
Jika infrastruktur tidak berkembang secepat kebutuhan listrik, risiko gangguan pasokan dapat meningkat.
Ada persoalan lain yang sering luput diperhatikan, yaitu panas yang dilepaskan AC ke lingkungan.
AC bekerja dengan memindahkan panas dari dalam ruangan ke luar. Dengan kata lain, udara di dalam rumah dibuat lebih dingin dengan cara membuang panas ke lingkungan luar.
Pada satu rumah, efeknya mungkin kecil. Namun ketika jutaan unit AC beroperasi secara bersamaan di kawasan perkotaan, panas yang dilepaskan dapat ikut memperburuk kondisi lingkungan lokal.
Inilah salah satu alasan mengapa persoalan pendinginan tidak bisa hanya diselesaikan dengan memasang semakin banyak AC.
Kota membutuhkan pendekatan yang lebih luas, mulai dari desain bangunan hingga pengelolaan ruang terbuka hijau.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id