Ragam

81 Tahun Indonesia Merdeka, Ini 8 Kontribusi Nyata BRI untuk Negeri

Memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI sebagai bagian dari Danantara terus menegaskan perannya.

81 Tahun Indonesia Merdeka, Ini 8 Kontribusi Nyata BRI untuk Negeri

Hingga Juni 2026, BRImo telah digunakan oleh 49,7 juta pengguna dengan 3,32 miliar transaksi finansial dan volume transaksi mencapai Rp4.166 triliun. Pemanfaatannya telah berkembang dari kebutuhan transaksi dasar seperti transfer dan pembayaran hingga investasi dan berbagai kebutuhan gaya hidup.

Dengan demikian, digitalisasi tidak menggantikan jaringan fisik BRI, tetapi memperluas pilihan masyarakat dalam memperoleh layanan keuangan sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing.

4. Bangun Kekuatan Ekonomi dari Desa Melalui Pemberdayaan UMKM

Selain memperluas pembiayaan, BRI mendorong pelaku usaha dan desa agar memiliki kapasitas yang semakin kuat untuk tumbuh secara mandiri. Pendekatan tersebut dijalankan melalui berbagai program pemberdayaan yang menyentuh pengembangan usaha, kelembagaan, digitalisasi hingga perluasan akses pasar.

Hingga Juni 2026, program Desa BRILiaN telah menjangkau lebih dari 5 ribu desa di seluruh Indonesia. Sementara melalui KlasterkuHidupku, BRI telah mengembangkan lebih dari 43.337 klaster usaha untuk membangun ekosistem usaha produktif berbasis komunitas.

Ekosistem tersebut diperkuat melalui LinkUMKM yang telah dimanfaatkan lebih dari 17,3 juta pelaku UMKM, serta 54 Rumah BUMN yang telah menyelenggarakan lebih dari 18 ribu pelatihan dengan sekitar 596 ribu UMKM terdaftar.

5. Dorong Masyarakat Naik Kelas melalui Holding Ultra Mikro dan Ekosistem Emas

Pemberdayaan ekonomi masyarakat juga terus berkembang dari sekadar membuka akses pembiayaan menuju peningkatan kapasitas finansial dan kepemilikan aset.

Melalui Holding Ultra Mikro bersama Pegadaian dan PNM, BRI Group memperkuat ekosistem layanan keuangan masyarakat hingga segmen akar rumput. Salah satu pengembangannya dilakukan melalui ekosistem emas nasional yang dikelola melalui Pegadaian. Hingga saat ini, kelolaan ekosistem emas dalam Holding Ultra Mikro mencapai 153 ton, mencakup deposito emas, gadai emas, tabungan emas, cicilan emas, pinjaman modal kerja emas, bullion trading, hingga jasa titipan emas korporasi.

“Holding Ultra Mikro terbukti tidak hanya untuk memperluas akses pembiayaan, tetapi juga membantu masyarakat membangun aset. Ini merupakan tahapan penting dalam proses pemberdayaan, dari memperoleh akses layanan keuangan, mengembangkan usaha, meningkatkan pendapatan, hingga pada akhirnya mampu mengakumulasi aset dan meningkatkan kesejahteraan,” kata Hery.

6. Perluas Akses Hunian melalui KPR Subsidi dan FLPP

Kontribusi BRI terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat juga diwujudkan melalui dukungan terhadap Program 3 Juta Rumah. Hingga Juni 2026, penyaluran KPR Subsidi BRI mencapai Rp18,39 triliun kepada lebih dari 134 ribu debitur.

Dari jumlah tersebut, pembiayaan melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) mendominasi dengan porsi 97%. BRI telah menjangkau sekitar 131 ribu penerima manfaat FLPP di seluruh Indonesia, meningkat 33,92% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sepanjang 2026, realisasi penyaluran FLPP tercatat sebanyak 19.075 unit atau 32,8% dari target 60 ribu unit.

Dukungan tersebut menempatkan akses terhadap hunian bukan hanya sebagai kebutuhan masyarakat, tetapi juga bagian dari upaya menggerakkan sektor perumahan beserta mata rantai ekonomi yang menyertainya.

7. Dukung Pembangunan Nasional, BRI Bukukan Kontribusi Pajak Terbesar di Industri Keuangan Indonesia

Berita Terkait