Internasional

Korea Selatan Usulkan Perundingan Damai untuk Akhiri Perang dengan Korea Utara

Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung mengusulkan perundingan dengan Korea Utara untuk secara resmi mengakhiri perang yang hingga kini secara teknis masih

Korea Selatan Usulkan Perundingan Damai untuk Akhiri Perang dengan Korea Utara
Perundingan Dama Korea Selatan dan Korea Utara, Image: DALL·E 3

Hingga laporan tersebut diterbitkan, Korea Utara belum memberikan respons terhadap tawaran perundingan dari Lee.

Pyongyang sebelumnya beberapa kali menolak tawaran dialog dari Seoul. Pemerintah Korea Utara juga mengecam kerja sama militer antara Korea Selatan dan Amerika Serikat.

Sikap tersebut menunjukkan bahwa upaya membuka kembali dialog tidak akan mudah.

Pada Januari 2024, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un bahkan menyatakan bahwa penyatuan kembali dengan Korea Selatan tidak lagi memungkinkan.

Kim kemudian mendorong perubahan konstitusi untuk menggambarkan Korea Selatan sebagai musuh utama.

Pernyataan tersebut menandai perubahan besar dalam kebijakan Pyongyang. Selama bertahun-tahun, penyatuan kembali Semenanjung Korea masih menjadi bagian dari narasi resmi kedua negara, meskipun hubungan keduanya kerap mengalami krisis.

Ancaman Nuklir Tetap Menjadi Persoalan Utama

Tawaran perundingan Seoul juga muncul ketika Korea Utara terus melakukan pengujian rudal.

Korea Utara telah mengembangkan berbagai jenis rudal balistik yang diyakini mampu membawa hulu ledak nuklir. Kemampuan tersebut menjadi perhatian serius bagi Korea Selatan dan Jepang.

Dalam laporan BBC, Lee sebelumnya mengatakan Korea Utara diperkirakan memproduksi sekitar 15 hingga 20 hulu ledak nuklir tambahan setiap tahun.

Lee juga pernah menyatakan dukungannya terhadap kesepakatan yang dapat dilakukan Amerika Serikat dan Korea Utara untuk membekukan produksi senjata nuklir Pyongyang.

Perundingan mengenai program nuklir menjadi sangat kompleks karena Korea Utara telah berulang kali menegaskan bahwa mereka tidak berniat meninggalkan persenjataan nuklir.

Ketegangan Militer Belum Mereda

Meski Seoul menawarkan dialog, ketegangan militer di Semenanjung Korea masih berlangsung.

Beberapa hari sebelum latihan militer gabungan Amerika Serikat dan Korea Selatan yang telah dijadwalkan, Korea Utara kembali menembakkan rudal balistik ke laut.

Berita Terkait