Internasional . 16/08/2026, 11:15 WIB

Korea Selatan Usulkan Perundingan Damai untuk Akhiri Perang dengan Korea Utara

Penulis : Makruf
Editor : Makruf

fin.co.id - Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung mengusulkan perundingan dengan Korea Utara untuk secara resmi mengakhiri perang yang hingga kini secara teknis masih berlangsung. Usulan tersebut disampaikan ketika hubungan kedua negara masih dibayangi ketegangan militer dan program nuklir Pyongyang.

Lee menyerukan agar Korea Selatan dan Korea Utara sebagai pihak yang terlibat langsung dalam konflik mulai membahas cara mengakhiri perang yang telah berlangsung selama lebih dari tujuh dekade.

Perang Korea Belum Resmi Berakhir

Perang Korea berlangsung pada 1950 hingga 1953 dan berakhir dengan penandatanganan perjanjian gencatan senjata. Namun, kedua Korea tidak pernah menandatangani perjanjian perdamaian yang secara resmi mengakhiri konflik.

Akibatnya, secara teknis Korea Selatan dan Korea Utara masih berada dalam kondisi perang.

Gencatan senjata tersebut menciptakan Zona Demiliterisasi atau DMZ yang memisahkan kedua negara. Wilayah ini menjadi salah satu perbatasan paling termiliterisasi di dunia dan selama puluhan tahun menjadi titik rawan bentrokan serta ketegangan.

Dalam pidatonya pada peringatan Hari Pembebasan Korea Selatan, Lee mengusulkan sistem keamanan berlapis untuk mencegah kembali terjadinya eskalasi di sepanjang DMZ.

Ia juga menyerukan agar kedua negara mengesampingkan niat untuk saling mengancam dan mulai melakukan pembicaraan mengenai penghentian perang.

Seoul Ingin Membuka Jalan bagi Koeksistensi Damai

Lee menyampaikan harapan agar Korea Selatan dan Korea Utara dapat duduk bersama untuk membahas kemungkinan hidup berdampingan secara damai.

Menurutnya, forum tersebut juga dapat digunakan untuk membahas cara praktis menghentikan perkembangan kemampuan nuklir Korea Utara.

Usulan tersebut menjadi bagian dari upaya Lee untuk memperbaiki hubungan dengan Pyongyang setelah hubungan antar-Korea mengalami ketegangan dalam beberapa tahun terakhir.

Pemerintah Korea Selatan juga menghadapi tantangan besar karena Korea Utara terus mengembangkan persenjataan nuklir dan rudal balistik.

Korea Utara bahkan menyatakan dirinya sebagai negara bersenjata nuklir pada 2022 dan telah menegaskan bahwa senjata nuklirnya tidak akan dilepaskan.

Korea Utara Belum Merespons

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id