Riset Syngas Biomassa, Dosen ITPLN Raih Gelar Doktor IPB
Dosen Institut Teknologi PLN (ITPLN), Hendri berhasil meraih gelar doktor pada Program Studi Ilmu Keteknikan Pertanian IPB University.
fin.co.id - Dosen Institut Teknologi PLN (ITPLN), Hendri berhasil meraih gelar doktor pada Program Studi Ilmu Keteknikan Pertanian IPB University. Ia mempertahankan disertasi yang mengkaji produksi syngas melalui co-gasifikasi campuran pelet kayu kaliandra dan Municipal Solid Waste (MSW).
Disertasi berjudul “Produksi Syngas Gasifikasi Campuran Pelet Kayu Kaliandra dan Pelet Municipal Solid Waste (MSW) dengan Menggunakan Gasifier Tipe Downdraft” tersebut menyoroti pemanfaatan biomassa dan residu perkotaan sebagai sumber energi melalui teknologi gasifikasi.
“Dalam penelitian tersebut, saya menguji enam komposisi campuran untuk melihat pengaruh karakteristik bahan baku dan kondisi operasi terhadap kualitas syngas serta kinerja termodinamika,” ujar Hendri saat berbincang, Jumat, 14 Agustus 2026.
Penelitian yang dibimbing Prof. Sutrisno, Prof. Edy Hartulistiyoso, Dr. Leopold Oscar Nelwan itu berangkat dari dua persoalan, yakni meningkatnya kebutuhan energi dan keterbatasan sumber energi fosil. Di sisi lain, timbulan sampah perkotaan terus bertambah.
Hendri melihat kondisi tersebut membuka peluang pemanfaatan biomassa dan MSW secara bersamaan untuk menghasilkan syngas sebagai pembawa energi.
“Dalam penelitian ini, pelet kayu Calliandra calothyrsus (CC) dipadukan dengan pelet MSW hasil biodrying sebagai bahan bakar bersama pada downdraft gasifier,” katanya.
Kualitas syngas kemudian dianalisis dengan mempertimbangkan karakteristik bahan baku, komposisi campuran, temperatur reaktor, Equivalence Ratio (ER), distribusi udara, serta reaksi yang berlangsung pada zona pengeringan, pirolisis, oksidasi, dan reduksi.
Dalam disertasinya, Hendri menguji enam komposisi bahan baku, yaitu 100 persen CC, 70CC–30MSW, 60CC–40MSW, 40CC–60MSW, 30CC–70MSW, dan 100 persen MSW.
Sejumlah parameter diamati, antara lain distribusi temperatur di dalam reaktor, ER, komposisi syngas, dan Lower Heating Value (LHV).
“Data tersebut kemudian digunakan untuk menghitung distribusi dan efisiensi energi, efisiensi eksergi, kehilangan panas, exergy destruction, serta tingkat irreversibilitas,” ujar Hendri.
Baca Juga
Penelitian juga menggunakan diagram Sankey untuk menggambarkan distribusi energi dan eksergi. Adapun Depletion Number (DN), Sustainability Index (SI), Improvement Potential (IP) absolut, dan IP ternormalisasi digunakan sebagai indikator pembanding dalam mengevaluasi aspek keberlanjutan termodinamika.
Gasifier yang digunakan memiliki tinggi reaktor 900 milimeter, diameter ruang reaksi 416 milimeter, throat 223 milimeter, rasio H/D 2,16, dan Dt/D 0,536.
Perangkat tersebut dilengkapi refractory, suplai udara pada zona oksidasi, pemantauan temperatur multi-zona, serta sistem pembersihan dan pengukuran syngas yang terintegrasi.
Hasil eksperimen menunjukkan kualitas syngas tidak ditentukan oleh satu parameter. Karakteristik bahan bakar, temperatur zona oksidasi, ER, dan perkembangan kondisi termokimia di dalam reaktor saling memengaruhi.
Pelet kaliandra memberikan kontribusi fixed carbon dan char yang relatif reaktif. Sementara MSW hasil biodrying memiliki fraksi volatil, tetapi juga membawa kadar air, abu, serta komponen inert yang lebih tinggi.