Ragam . 14/08/2026, 16:41 WIB

Riset Syngas Biomassa, Dosen ITPLN Raih Gelar Doktor IPB

Penulis : Sahroni
Editor : Sahroni

Kondisi itu membuat peningkatan fraksi MSW tidak serta-merta menghasilkan perubahan linear pada kandungan CO, H₂, CO₂, hidrokarbon (CₙHₘ), maupun LHV syngas.

Efisiensi Energi Capai 59,72 Persen

Menurutnya, analisis energi dan eksergi menunjukkan peningkatan jumlah energi yang dihasilkan tidak selalu berbanding lurus dengan peningkatan kualitas pemanfaatan energi.

Pada basis perbandingan ER 0,20, campuran 70CC–30MSW menghasilkan kinerja termodinamika terbaik. Efisiensi energinya mencapai 59,72 persen, sedangkan efisiensi eksergi berguna mencapai 56,56 persen.

Pada kondisi yang sama, Depletion Number tercatat 0,3072 dan Sustainability Index sebesar 3,255. Sementara itu, Improvement Potential absolut mencapai 33,59 megajoule per batch dan IP ternormalisasi sebesar 0,1335.

"Seluruh nilai tersebut digunakan sebagai indikator komparatif dengan batas sistem dan basis perhitungan yang konsisten. DN, SI, dan IP tidak diposisikan sebagai indikator baru ataupun ukuran dengan kategori universal," tuturnya.

Dalam konteks Ilmu Keteknikan Pertanian, lanjut Hendri, riset itu memperluas pendekatan rekayasa biosistem untuk memanfaatkan biomassa dan residu perkotaan sebagai pembawa energi dalam bentuk gas. Pendekatan tersebut menggabungkan karakterisasi bahan baku, rekayasa reaktor termokimia, pengukuran proses, evaluasi kualitas produk, serta analisis hukum pertama dan kedua termodinamika.

Hasil penelitian kemudian dirumuskan dalam Integrated Thermodynamic–Sustainability Evaluation Framework. Kerangka ini menghubungkan karakteristik feedstock, konfigurasi gasifier dan kondisi operasi, respons termokimia, kualitas syngas, energi, eksergi, exergy destruction, irreversibilitas, hingga indikator DN-SI-IP.

"Kerangka tersebut dapat menjadi dasar dalam mengevaluasi pengembangan teknologi waste-to-energy skala kecil dan sistem energi terdesentralisasi berbasis biomassa-MSW," jelasnya.

Meski demikian, Hendri menekankan penelitian tersebut merupakan kerangka evaluasi, bukan model prediktif. Penerapannya pada jenis feedstock, skala, dan konfigurasi gasifier berbeda tetap membutuhkan karakterisasi ulang dan validasi eksternal.

*Syngas yang dihasilkan berpotensi dimanfaatkan untuk pembakaran langsung, mesin gas, maupun mesin diesel dual-fuel setelah memenuhi persyaratan kualitas untuk aplikasi hilir," imbuhnya.

Diakuinya, pengembangan teknologi tersebut masih membutuhkan sejumlah pengujian lanjutan. Di antaranya pengujian kontinu pada skala pilot, peningkatan sistem gas cleaning, pengukuran kehilangan panas secara langsung, penguatan analisis ketidakpastian, serta kajian energi terbarukan, ekonomi, dan dampak lingkungan.

Dia menegaskan, kontribusi utama penelitiannya adalah menunjukkan bahwa biomassa kaliandra dan MSW dapat dikaji secara bersamaan sebagai bahan baku gasifikasi sekaligus menyediakan cara yang lebih menyeluruh untuk menilai kinerja teknologinya. Penelitian ini diharapkan menjadi salah satu pijakan bagi pengembangan energi terdesentralisasi yang memanfaatkan biomassa dan sampah perkotaan. (*)

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id