Lebih dari 40 Negara Dituding Bantu China Hindari Tarif AS
Amerika Serikat menuduh lebih dari 40 negara membantu China menghindari tarif impor yang diberlakukan Washington. Pemerintah AS menyebut barang-barang dari
Presiden AS Donald Trump dijadwalkan bertemu dengan Presiden China Xi Jinping di Washington pada September. Isu tarif dan akses pasar diperkirakan menjadi salah satu persoalan penting dalam pembicaraan kedua pemimpin.
Chang Pao Li, associate professor bidang ekonomi di Singapore Management University, mengatakan kepada BBC bahwa laporan tersebut dapat memperkuat posisi tawar Washington.
Menurutnya, Amerika Serikat dapat berargumentasi bahwa China masih mempertahankan akses tidak langsung ke pasar AS melalui negara ketiga. Artinya, setiap kesepakatan perdagangan baru kemungkinan tidak hanya membahas ekspor langsung China, tetapi juga jalur perdagangan melalui negara lain.
Situasi tersebut dapat membuat negara-negara yang memiliki rantai pasok kuat dengan China menghadapi tekanan tambahan.
Perang Dagang AS-China Belum Benar-Benar Berakhir
Perselisihan tarif antara Washington dan Beijing sebenarnya telah mengalami sejumlah perubahan sejak kedua negara melakukan pembicaraan pada Mei 2025.
Sebagian besar tarif sempat ditangguhkan, tetapi hubungan ekonomi kedua negara tetap menghadapi berbagai pembatasan dan sanksi baru.
Washington dan Beijing masih berselisih mengenai sejumlah sektor strategis, termasuk teknologi, drone, dan produk industri lainnya.
Pada April 2025, Trump juga memperkenalkan tarif luas terhadap puluhan mitra dagang AS. Kebijakan tersebut kemudian menghadapi tantangan hukum dan sebagian sanksinya dinyatakan tidak berlaku oleh Mahkamah Agung AS.
Meski demikian, Trump terus menggunakan dasar hukum lain untuk menerapkan tarif baru sebagai bagian dari kebijakan perdagangannya.
Tuduhan mengenai transshipment menunjukkan bahwa persoalan perdagangan AS-China kini tidak lagi sebatas tarif terhadap produk yang secara langsung berasal dari China.
Baca Juga
Jalur distribusi global juga menjadi bagian dari pertarungan ekonomi tersebut.
Dampaknya Bagi Rantai Pasok Global
Jika Washington memperketat pemeriksaan terhadap barang yang diduga berasal dari China tetapi masuk melalui negara ketiga, perusahaan global kemungkinan harus memberikan informasi yang lebih lengkap mengenai asal produk.
Perusahaan juga dapat menghadapi biaya tambahan untuk memastikan rantai pasok mereka memenuhi aturan perdagangan AS.