Ragam

Polemik Clear! Mentan Amran dan Komnas Perempuan Berujung Kolaborasi Perlindungan Perempuan

Komnas Perempuan menyatakan polemik pernyataan Mentan Amran selesai usai klarifikasi. Keduanya sepakat memperkuat kolaborasi dan kesetaraan gender.

Polemik Clear! Mentan Amran dan Komnas Perempuan Berujung Kolaborasi Perlindungan Perempuan
Komnas Perempuan menyatakan polemik pernyataan Mentan Amran selesai usai klarifikasi. Keduanya sepakat memperkuat kolaborasi dan kesetaraan gender.

fin.co.id - Komnas Perempuan menyatakan polemik terkait pernyataan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman yang berkembang di ruang publik telah selesai. Pernyataan itu disampaikan setelah Komnas Perempuan bertemu langsung dengan Mentan Amran untuk melakukan klarifikasi di Kementerian Pertanian (Kementan), Kamis (13/8).

Ketua Komnas Perempuan Maria Ulfah Anshor mengatakan, pertemuan tersebut dilakukan setelah pihaknya memperoleh informasi dari pemberitaan media terkait pernyataan Mentan Amran mengenai persoalan yang terjadi di Surabaya.

"Kedatangan kami, Komnas Perempuan ke kantor Kementerian Pertanian bertemu dengan Pak Menteri ini karena media kemarin yang mempertemukan," kata Maria.

Maria menjelaskan, Komnas Perempuan memiliki mandat untuk melakukan pemantauan terhadap upaya penghentian kekerasan terhadap perempuan dan diskriminasi terhadap hak-hak perempuan. Karena itu, pihaknya merasa perlu mengklarifikasi langsung informasi yang berkembang.

"Hari ini adalah kami sudah mengkonfirmasi, mengklarifikasi terkait dengan pernyataan beliau dan alhamdulillah clear, sudah tidak ada lagi yang perlu kita perdebatkan," ujarnya.

Menurut Maria, hasil pertemuan juga menunjukkan bahwa Kementan telah mengadopsi prinsip pengarusutamaan gender dalam pembangunan dan pelaksanaan program.

"Kalau dari laporan dan informasi yang kami sampaikan ini termasuk juga yang sudah mengadopsi atau menjadikan acuan terhadap mainstreaming gender dalam pembangunan," jelas Maria.

Ia mengatakan pengarusutamaan gender menjadi bagian dari pedoman kerja Komnas Perempuan dalam melihat ada atau tidaknya ketimpangan gender di lembaga negara, baik dalam program maupun pelaksanaannya.

Maria menekankan keterlibatan perempuan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari tahap perencanaan hingga pemantauan dan evaluasi.

"Jadi kuncinya adalah di dalam perencanaan perempuan dilibatkan, di dalam pelaksanaan perempuan dilibatkan, di dalam pemantauan dan evaluasi perempuan juga dilibatkan," katanya.

Dalam pertemuan tersebut, Komnas Perempuan juga memperoleh informasi bahwa Kementan telah memberikan ruang bagi perempuan dalam struktur organisasi dan pelaksanaan program. Sejumlah posisi kepala bagian di lingkungan Kementan bahkan diisi oleh perempuan.

Pertemuan itu kemudian berkembang menjadi pembahasan mengenai penguatan kerja sama kedua lembaga dalam isu perlindungan perempuan. Kementan dan Komnas Perempuan sebelumnya telah memiliki nota kesepahaman terkait upaya penghapusan segala bentuk diskriminasi dan kekerasan terhadap perempuan.

Mentan Amran menyambut baik hasil pertemuan tersebut. Ia menegaskan sejak awal tidak pernah memiliki niat untuk mendiskriminasi perempuan maupun kelompok tertentu.

Mentan Amran bahkan mengaku langsung menghubungi Ketua Komnas Perempuan setelah melihat pemberitaan mengenai persoalan tersebut.

"Kami ucapkan terima kasih kepada Ketua Komnas Perempuan. Tadi malam begitu kami lihat berita, kami baru selesai sholat Isya, tiba-tiba kami cari nomor telepon beliau, langsung telepon. Ini sensitif, sensitif sekali," kata Mentan Amran.

Berita Terkait