Inflasi AS Tak Lagi Memanas, Harga Pangan dan Energi Mulai Terkendali
Inflasi di Amerika Serikat mulai menunjukkan tanda-tanda mereda. Data terbaru menunjukkan kenaikan harga konsumen tidak lagi secepat sebelumnya, sementara harga
Biaya Hidup Masih Menjadi Masalah Bagi Warga AS
Meskipun angka inflasi mulai menunjukkan perbaikan, tekanan biaya hidup masih dirasakan banyak keluarga Amerika.
Presiden Donald Trump sebelumnya menyoroti harga sewa dan kebutuhan bahan makanan sebagai contoh pengeluaran yang masih terasa mahal bagi masyarakat.
Persoalannya bukan hanya seberapa cepat harga naik, tetapi juga seberapa tinggi harga tersebut sudah meningkat setelah bertahun-tahun mengalami inflasi.
Karena itu, penurunan inflasi belum otomatis membuat kehidupan rumah tangga kembali seperti sebelum periode inflasi tinggi.
Jalan The Fed Menuju Target 2 Persen Masih Panjang
Perkembangan terbaru memberikan gambaran bahwa tekanan inflasi AS mulai kehilangan sebagian momentumnya.
Harga pangan meningkat lebih lambat, sementara harga energi turun secara bulanan. Pada saat yang sama, inflasi inti masih bergerak naik sehingga The Fed tetap perlu berhati-hati.
Jeffrey Roach, kepala ekonom LPL Financial, menilai inflasi berada dalam jalur perlambatan yang nyata. Penurunan harga energi menjadi salah satu faktor yang membantu meredakan tekanan harga selama periode tersebut.
Bill Adams, kepala ekonom AS di Fifth Third Commercial Bank, juga menilai data tersebut masih membuka peluang bagi The Fed untuk mempertahankan suku bunga pada September.
Dengan demikian, perhatian pasar kini tertuju pada apakah perlambatan inflasi akan terus berlanjut dalam beberapa bulan berikutnya.
Penutup
Inflasi AS belum sepenuhnya selesai, tetapi data terbaru memberikan tanda bahwa tekanan harga tidak lagi memanas seperti sebelumnya. Kenaikan tahunan turun dari 3,5 persen menjadi 3,4 persen, sementara harga pangan dan energi mulai memberikan sedikit kelonggaran.
Baca Juga
Namun, harga yang melambat bukan berarti harga menjadi murah. Biaya perumahan masih menjadi sumber tekanan utama, sementara inflasi inti tetap menunjukkan kenaikan.
Bagi The Fed, kondisi tersebut membuat pilihan untuk bersabar semakin terbuka. Jika inflasi terus bergerak turun tanpa terjadi pelemahan ekonomi yang terlalu tajam, bank sentral memiliki lebih banyak ruang untuk mempertahankan kebijakan sambil menunggu inflasi mendekati target 2 persen.