Internasional

Tim SAR Kolombia Berpacu dengan Waktu Cari Ratusan Korban Gempa yang Terjebak

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang Kolombia pada Senin pagi dan meninggalkan kehancuran di sejumlah kota. Tim SAR kini berpacu dengan waktu untuk

Tim SAR Kolombia Berpacu dengan Waktu Cari Ratusan Korban Gempa yang Terjebak
Tim SAR Kolombia, Image: DALL·E 3

Gempa susulan merupakan hal yang umum terjadi setelah gempa besar. Pergerakan pada patahan yang sebelumnya mengalami pelepasan energi dapat terus berlangsung dan menghasilkan getaran tambahan.

Bagi tim penyelamat, kondisi tersebut menjadi tantangan besar. Bangunan yang sudah mengalami kerusakan dapat menjadi semakin tidak stabil ketika kembali diguncang.

Karena itu, petugas harus mempertimbangkan keselamatan mereka sendiri ketika memasuki lokasi runtuhan. Pencarian korban tidak hanya berpacu dengan waktu, tetapi juga harus dilakukan dengan memperhitungkan risiko runtuhnya bangunan dan gempa susulan.

Korban Dan Kerusakan Masih Bisa Bertambah

Besarnya jumlah orang yang belum ditemukan membuat angka korban kemungkinan masih berubah.

Hampir 200 orang dilaporkan hilang secara nasional. Di Cali saja, pemerintah kota menyebut ratusan orang masih terjebak di sejumlah lokasi.

Dalam bencana gempa, proses pendataan sering membutuhkan waktu karena komunikasi dapat terganggu, bangunan runtuh, akses jalan terputus dan keluarga korban mungkin belum dapat menghubungi kerabat mereka.

Karena itu, angka korban yang muncul pada jam-jam pertama setelah bencana belum tentu menjadi angka akhir.

Prioritas utama saat ini adalah menemukan korban yang masih hidup, mengevakuasi mereka dari reruntuhan dan memberikan pertolongan medis secepat mungkin.

Bantuan Internasional Mulai Berdatangan

Kolombia juga mulai mendapatkan tawaran bantuan dari sejumlah negara dan organisasi internasional.

Juru bicara Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres menyampaikan solidaritas kepada masyarakat dan pemerintah Kolombia serta menyatakan dukungan terhadap upaya penanganan bencana.

Spanyol juga memberikan perhatian karena terdapat warga negaranya yang belum diketahui keberadaannya. Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares menyebut 164 warga Spanyol masih belum ditemukan, meskipun belum ada laporan mengenai warga Spanyol yang meninggal atau terluka.

Bantuan juga ditawarkan oleh Ekuador, Brasil, El Salvador dan Venezuela.

Dukungan internasional menjadi penting karena operasi pascagempa berskala besar membutuhkan banyak sumber daya, mulai dari tenaga penyelamat, peralatan pencarian korban, fasilitas medis hingga bantuan untuk masyarakat yang kehilangan tempat tinggal.

Berita Terkait