AS dan Iran Sepakat Perpanjang Gencatan Senjata 60 Hari, Selat Hormuz Masih Jadi Titik Panas!
AS dan Iran sepakat memperpanjang gencatan senjata menjelang tenggat 17 Agustus, tetapi durasi perpanjangan masih dibahas.
"AS memiliki kendali penuh atas Selat Hormuz. Saya rasa kami akan mempertahankannya," tulis Trump di platform media sosial miliknya, Truth Social.
Trump menggambarkan blokade angkatan laut yang sedang berlangsung sebagai "tembok baja." Ia juga mengatakan Iran tidak memiliki kemampuan untuk menghadapi kondisi tersebut.
"Tidak ada yang bisa dilakukan Iran untuk melawannya."
Menurut Trump, kemampuan militer Iran telah dilumpuhkan. Ia menyebut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) telah "hancur lebur dan melarikan diri."
Trump juga menggambarkan kondisi ekonomi Iran sedang mengalami keruntuhan. "Yang mereka miliki hanyalah berita palsu dan inflasi 300%, dan kondisinya makin memburuk! Iran hanya banyak bicara tanpa tindakan nyata; mereka bukan lagi pihak yang suka menindas di Timur Tengah," kata Trump.
Situasi Timur Tengah tetap tegang sejak perang AS-Israel melawan Iran dimulai pada akhir Februari. Hingga kini, Teheran dan Washington belum mencapai kesepakatan akhir untuk mengakhiri konfrontasi, sementara penutupan Selat Hormuz terus mengganggu rantai pasokan energi global.
AS dan Iran sebelumnya menandatangani Nota Kesepahaman pada Juni dan memulai perundingan menuju kesepakatan akhir. Namun, perbedaan mengenai jaminan keamanan dan kebebasan navigasi di Selat Hormuz kemudian menghambat pembicaraan tersebut, padahal jalur perairan itu memiliki posisi penting bagi pasokan energi dan perdagangan global.