Topan Dolphin Hantam China, 1 Juta Warga Dievakuasi
Topan Dolphin menghantam wilayah timur China dengan kekuatan angin mencapai 150 kilometer per jam. Badai tersebut memaksa lebih dari 1 juta warga
Salah satu karakteristik yang membuat Dolphin menjadi perhatian adalah perjalanan badai tersebut sebelum mencapai China.
Menurut penyiar negara China CCTV, badai telah bergerak sejauh sekitar 6.000 kilometer sebelum mendarat. Jarak tersebut membuat masa hidup Dolphin diperkirakan lebih dari tiga kali lipat dibandingkan rata-rata topan.
CCTV juga melaporkan bahwa Dolphin memiliki ukuran sirkulasi yang sangat besar serta kemampuan menghasilkan curah hujan yang intens.
Kondisi tersebut menjelaskan mengapa dampaknya tidak hanya dirasakan di sekitar titik pendaratan. Sistem badai membawa kelembapan dalam jumlah besar dan tetap menghasilkan hujan deras ketika bergerak menuju wilayah daratan.
Informasi Palsu Ikut Bermunculan
Badai besar juga memicu penyebaran informasi palsu di internet China.
Media pemerintah melaporkan bahwa dua orang ditahan karena menyebarkan konten yang dianggap menyesatkan mengenai Topan Dolphin.
Salah satunya adalah pria berusia 60 tahun yang membuat video menggunakan teknologi kecerdasan buatan. Video tersebut secara palsu mengklaim bahwa seseorang di Shanghai jatuh dari sebuah gedung akibat badai.
Orang kedua, seorang pria berusia 32 tahun, dilaporkan mengedit ulang rekaman badai milik pengguna media sosial lain sehingga menghasilkan informasi yang dianggap menyesatkan.
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa bencana alam modern tidak hanya menghadirkan risiko fisik. Informasi palsu yang menyebar ketika masyarakat sedang menghadapi keadaan darurat juga dapat memperburuk kepanikan.
El Niño Dan Ancaman Topan Lebih Intens
Musim topan di Pasifik barat biasanya berlangsung antara Mei hingga Oktober. Pada periode tersebut, pembentukan dan penguatan sistem badai tropis menjadi lebih umum.
Baca Juga
Tahun ini, kondisi El Niño juga menjadi perhatian para ahli karena fenomena iklim tersebut dapat memengaruhi karakteristik aktivitas topan di kawasan Pasifik.
Dalam kasus Dolphin, perhatian utama China kini beralih dari kekuatan angin ke dampak hujan yang dibawa badai. Meskipun sistemnya telah melemah menjadi badai tropis, ancaman banjir dan longsor belum berakhir.
Badai yang kehilangan sebagian kekuatan anginnya tetap dapat menghasilkan hujan dalam jumlah besar ketika memasuki daratan.