Trump Perkuat Industri Chip AS, Bahan Baku dari China Kena Tarif 15%
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengambil langkah untuk memperkuat industri teknologi dalam negeri sekaligus menekan ketergantungan terhadap
Pemerintah China berpendapat bahwa kebijakan proteksionisme tidak akan membuat industri AS menjadi lebih kompetitif.
Respons tersebut menunjukkan bahwa kebijakan polysilicon tidak dapat dilepaskan dari hubungan ekonomi dan teknologi yang semakin tegang antara AS dan China.
Perang Chip AS-China Makin Meluas
Persaingan polysilicon merupakan bagian dari konflik yang jauh lebih besar. Washington dan Beijing selama beberapa tahun terakhir terlibat dalam persaingan untuk menguasai teknologi strategis, terutama semikonduktor dan kecerdasan buatan.
Produksi chip menjadi sangat penting karena teknologi tersebut menjadi fondasi berbagai sistem AI, pusat data, perangkat elektronik, kendaraan modern hingga peralatan militer.
Amerika Serikat sebelumnya telah memberlakukan berbagai pembatasan terhadap teknologi dan produk China. Kebijakan terbaru juga menyasar sejumlah produk seperti drone dan robot humanoid.
Di sisi lain, China mulai memperketat pengawasan terhadap sejumlah produk dan teknologi asing. Beijing juga mengumumkan penguatan kontrol ekspor terhadap drone serta melakukan peninjauan keamanan nasional terhadap printer dan mesin fotokopi impor.
Dengan demikian, tarif polysilicon bukan sekadar kebijakan perdagangan biasa. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya AS mengamankan rantai pasok teknologi yang dianggap strategis.
Produsen AS Berpotensi Mendapat Keuntungan
Kebijakan baru Trump berpotensi memberikan keuntungan bagi produsen polysilicon yang beroperasi di Amerika Serikat.
Dua perusahaan yang diperkirakan mendapat manfaat adalah Hemlock Semiconductor dan Wacker Chemie, yang menjadi produsen utama polysilicon di AS.
Dengan adanya tarif terhadap produk impor dan insentif untuk meningkatkan produksi domestik, produsen AS akan memperoleh perlindungan lebih besar dari persaingan harga produk luar negeri.
Baca Juga
Namun, kebijakan tersebut juga memiliki konsekuensi. Tarif impor dapat meningkatkan biaya bagi perusahaan yang masih membutuhkan bahan dari luar negeri. Dampaknya dapat merambat ke industri semikonduktor dan energi surya apabila kenaikan biaya bahan baku diteruskan kepada produsen berikutnya.
Tarif Mulai Berlaku Desember 2026
Tarif 15% terhadap polysilicon dan produk turunannya dijadwalkan mulai berlaku pada Desember 2026.